Bab 62 Lagu Tema: Kita Bersama Menantang Segalanya!
Kalimat terakhir yang ingin diucapkan oleh Zhou Fang tak pernah keluar dari mulutnya.
Sebab di sampingnya berdiri dua orang: Sun Yan dan Chang Li.
Mereka bertiga datang bersama ke karaoke, sambil mendiskusikan soal penyuntingan film, juga menyaksikan penampilan Wang Xu.
“Sudahlah!” Sun Yan mencibir, “Jangan bermimpi ingin bersaing dengan Wang Xu. Sekalipun kamu hebat, apa kamu bisa menciptakan dua lagu yang nangkring di puncak tangga lagu baru?”
“Betul!” Chang Li yang memang selalu mengikuti Sun Yan, buru-buru mengangguk, “Ikut dengan Kak Wang, setidaknya kita tidak perlu khawatir soal makan dan minum!”
“Burung pipit takkan pernah memahami ambisi seekor elang. Kebesaran Zhou Fang tak ada yang menghargai. Suatu hari nanti, aku akan berdiri di puncak, dan kalian hanya bisa memandangku dari bawah!” Zhou Fang berkata penuh percaya diri.
“Menghayal lagi!” Chang Li mengambil rekaman film, lalu mulai mengedit, “Ayo mulai. Kalau film ini tidak segera dikumpulkan, jangankan berdiri di puncak, bisa-bisa ijazah kelulusan pun tak kamu dapatkan.”
…
Meski mereka bertiga tak lagi menonton televisi, siaran langsung acara itu tetap berlanjut.
Kelompok keempat!
Kelompok kelima!
Kelompok keenam!
Kelompok ketujuh!
Akhirnya tibalah saat pengumuman hasil dari empat belas tim. Belum sempat Qiu Dengjun bicara, para penonton di tempat sudah berdiri satu per satu.
“Teratai!”
“Teratai!”
“Teratai!”
…
Qiu Dengjun tersenyum, “Sepertinya ‘Teratai’ memang pilihan semua orang, dan hasil voting juga demikian!”
“Aku umumkan…”
Ia berhenti sejenak, lalu dengan suara lantang berseru, “Tim ‘Teratai’ juara pertama!”
Sorakan “Teratai!” makin menggelegar, Qiu Dengjun harus berulang kali mengangkat tangan untuk menenangkan kegembiraan yang meluap di antara penonton.
Sesuai aturan yang sudah disampaikan sebelumnya, ia mengumumkan bahwa seluruh anggota tim juara pertama masuk ke Kelas A, disusul empat tim pemenang lain yang mendapat suara terbanyak dari tujuh tim tersisa juga mengisi Kelas A, lalu berturut-turut ke Kelas B, Kelas C, dan Kelas F.
Pembagian ini sejatinya hanya sementara. Penentuan sebenarnya apakah para peserta bisa lolos ke babak selanjutnya tetap bergantung pada dukungan dari para penggemar mereka.
Saat ini, peringkat riil yang tertera di layar besar, posisi pertama bukan ditempati anggota tim ‘Teratai’, melainkan Chen Luo dari ‘Yummy’, dengan jumlah suara yang luar biasa, dua ratus ribu.
Padahal ini baru permulaan acara, masih ada dua kali penampilan lagi dalam dua bulan ke depan. Bisa dibayangkan, berapa banyak penggemar yang akan diraih Chen Luo di akhir kompetisi.
Wang Xu, berkat dukungan Media Meiya, peringkatnya tidak terlalu buruk, bersama Guo Yuan menempati posisi lima belas dan enam belas.
Yang mengejutkan, peringkat tertinggi di tim ‘Teratai’ justru dipegang oleh Gao Longyi, yang berada di posisi kedelapan.
Tak bisa dielakkan!
Itulah buah dari akumulasi.
Tenglong Guangxian tetap menjadi perusahaan hiburan terbesar ketiga di Jizhou setelah Jiakun dan Tianyu, pengaruhnya di bidang musik hanya kalah dari Jiakun.
Luo Qi di posisi dua puluh, Wei Xinyang dua puluh sembilan, Liu Bo dan Wang Zhiqi masing-masing tiga puluh delapan dan empat puluh.
Namun data tujuh orang ini sedang berubah dengan cepat, peringkat mereka juga akan segera naik, karena para penggemar sejati akhirnya mulai bergerak.
Inilah pesona dari penampilan perdana, setiap peserta yang mampu memikat penonton dan membuat mereka ingin mendukung, pasti akan didorong oleh penggemar menuju puncak.
Pembagian kelas di lokasi selesai sudah, Qiu Dengjun menatap penonton yang masih meneriakkan “Teratai”, tersenyum getir.
Pengumuman lagu tema sebenarnya sudah di depan mata, tapi aura yang dipancarkan ‘Teratai’ begitu kuat, hingga tak seorang pun lagi memperhatikan acara selanjutnya.
“Penampilan perdana telah usai, namun panggung masih tetap menyala. Selanjutnya, mari kita sambut bintang tamu misterius kita…”
“Boyband ‘Sebelas Pesona’ dari Qiyi!”
Mau diperhatikan atau tidak, pokoknya harus tetap tampil. Qiu Dengjun, dengan prinsip ‘selama aku tidak canggung, yang canggung adalah orang lain’, segera turun panggung begitu selesai memperkenalkan para tamu.
Lampu mendadak padam, lalu kembali menyala berkedip-kedip.
Sebelas pemuda penuh semangat berdiri dalam formasi menyerupai huruf V, diam menunggu.
“‘Sebelas Pesona’!” seru para penonton di bawah panggung. Wang Xu pun ikut terpana.
‘Sebelas Pesona’ sudah lama tak tampil bersama sejak terjadi perselisihan di antara anggota mereka. Kini bisa dihadirkan oleh Teng Teng, dan berhasil meyakinkan semua anggota untuk kembali ke panggung, jelas biaya yang dikeluarkan sangat besar, sekaligus menandakan tekad perusahaan untuk menembus dunia hiburan.
Iringan musik pun mengalun. Wang Xu tersenyum, lagu ini sangat dikenalnya, karena dialah yang mengirimkan lagu ini ke tim produksi acara.
‘Kita Tempuh Bersama’!
“Dunia begitu luas
Kita tempuh bersama
Ada warna misteri dalam dirimu dan diriku
Kita dipanggil ke panggung yang sama
Bersama menaklukkan segala tantangan di masa depan
…”
Tak diragukan lagi, sebagai boyband yang pernah berlatih bersama selama setengah tahun, penampilan ‘Sebelas Pesona’ terasa begitu berenergi, semangat mereka dalam mengejar mimpi benar-benar meledak di atas panggung.
Sorak-sorai menggema dari penonton, para peserta di atas panggung juga ikut melompat dan menari penuh kegembiraan.
Di antara para komentator, Gao Yuefeng benar-benar bahagia.
Sebab di boyband ‘Sebelas Pesona’ ada trainee dari Jiakun, setiap mereka bersinar, itu berarti Jiakun juga bersinar, begitu pula dirinya.
Namun sayangnya, usai menyanyikan lagu tema, siaran langsung acara pun berakhir.
Para staf mulai mengarahkan penonton untuk keluar dari panggung, sementara para peserta tetap tinggal untuk mendengarkan tugas berikutnya. Tak ada satu pun yang memperkenalkan ‘Sebelas Pesona’.
“Delapan hari dari sekarang, kalian akan diuji menarikan lagu tema!” Qiu Dengjun mengumumkan tugas baru.
“Apa!” Para peserta terkejut mendengarnya. “Mana mungkin!”
Tak heran mereka kaget, gerakan tari ‘Kita Tempuh Bersama’ memang sangat rumit.
Menyelesaikannya dalam waktu singkat lalu harus tampil di panggung, rasanya lebih sulit daripada memanjat ke langit.
Namun tugas tetaplah tugas, Qiu Dengjun sama sekali tidak mau bernegosiasi, ia pun pergi bersama para komentator lainnya.
Wang Xu tersenyum, lagu ‘Kita Tempuh Bersama’ itu dari dirinya, dengan bantuan sistem, menari dan bernyanyi bukan perkara sulit!
Guo Yuan melihat wajah Wang Xu yang penuh percaya diri, menepuk lengannya, “Kak Wang, ajari kami lagi, ya!”
“Aku…”
Wang Xu agak ragu.
Lagu ini dikirimkan ke tim produksi atas nama ‘Dinasti Junzi’. Ia tidak tahu apakah Liu Wei akan memaksanya menari. Jika tidak, ia lebih memilih tinggal lebih lama di Penginapan Teng Teng.
Saat itu, pengurus peserta yang menangani Wang Xu datang, berseru, “Kak Gu dari Media Meiya ingin bicara denganmu!”
Wang Xu segera menerima ponsel itu, sembari tersenyum minta maaf pada Guo Yuan, “Aku angkat telepon dulu!”
Karena hari ini acara disiarkan langsung, jadwal telepon pun diundur. Sekarang mereka sudah boleh menelepon.
“Besok uang dari tangga lagu baru akan masuk rekeningmu. Apa kau perlu datang ke kantor?” Suara Gu Feng tetap tenang dan ramah.
“Besok sudah bulan April?” Wang Xu baru menyadari, segera mengangguk, “Aku akan kembali besok!”
Urusan uang memang penting, ia merasa perlu kembali ke kantor.
Setelah menutup telepon, Wang Xu berkata pada Guo Yuan sambil tersenyum, “Kamu saja yang ajari mereka, ya!”
“Baiklah!” Guo Yuan mengangguk, “Kak Wang, cepat kembali ya!”
“Ya!”
Wang Xu sudah membuat rencana, kalau Liu Wei tidak memaksanya latihan menari, ia akan tinggal di rumah beberapa hari lagi. Kalau tidak, ia akan segera kembali ke Penginapan Teng Teng.
Keesokan harinya, ia tidur sampai jam sebelas siang, lalu menikmati hidangan lobster Australia dan kepiting raja dari Huzhou, makan sampai kenyang hingga pukul dua siang.
Wang Xu lalu naik taksi menuju Gedung Meiya.
Di kantor Gu Feng, sudah ada Ma Lanqi yang menunggunya.
Begitu melihat Wang Xu, wajah Ma Lanqi berseri, “Terima kasih, Wang Xu, sudah memberiku kesempatan menyanyikan ‘Gadis di Tepi Jembatan’. Sekarang aku mendapat banyak tawaran tampil!”
Ding-dong!
Bunyi notifikasi sistem terdengar, dan di layar muncul informasi baru.