Ilmu pengetahuan adalah tangga kemajuan umat manusia. Li Zhou, tokoh teknologi liar paling hebat dari kalangan rakyat, tak ada yang menandingi!
“Ayo, satu ronde lagi, saudara-saudara.”
“Ayo, siapa takut!”
“Sial, masa aku, Hu Han San, yang sudah malang melintang di dunia ini bertahun-tahun, bakal takut sama kalian? Nggak usah banyak omong! Kalau sudah akrab, langsung habiskan!”
Di kamar 609 Gedung 12 Akademi CHZU, Li Zhou dan teman-teman sekamarnya sedang minum bir dengan gelas besar sambil berceloteh tanpa henti.
Bahkan Li Zhou yang biasanya tidak pernah minum, malam itu membuat pengecualian dan mabuk berat.
Sekalipun Akademi CHZU hanya universitas kelas dua yang terletak di kota kecil entah di peringkat berapa, namun kampusnya berdiri di kaki gunung kawasan wisata yang pemandangannya sangat indah. Kampus selatan dan kampus utara masing-masing berada di ujung selatan dan utara kawasan wisata.
Karena keindahan lingkungan Akademi CHZU, banyak pelajar yang memilih menuntut ilmu di sini, Li Zhou pun demikian.
Adegan seperti yang terjadi di kamar 609 barusan, malam itu hampir terjadi di semua asrama wisudawan di kampus.
Para ibu penjaga asrama yang biasanya cerewet mengatur ini itu, malam itu pun tak banyak bicara. Hari-hari biasa, para mahasiswa memanggil mereka “Bu” ke kanan dan kiri, mana mungkin mereka tak merasa sedih kalau anak-anak itu akan segera pergi?
Li Zhou yang sudah mabuk berat tergeletak di atas ranjang, tak bisa menahan perasaan. Empat tahun lalu, ia datang ke Akademi CHZU karena terpikat dengan lingkungannya dan rayuan kakak kelas, Yang Yang. Tak terasa empat tahun berlalu begitu cepat, tiba-tiba saja sudah lulus, bahkan kakak kelas yang dulu menuntunnya masuk kampus pun su