Bab Tujuh Belas: Terkejut! Teknologi Masa Depan Ternyata...?
Seminggu kemudian, di kota kecil yang terpencil ini, sebuah perusahaan teknologi tinggi akhirnya berjalan lancar.
Seminggu sebelumnya, di bawah pimpinan Zhou Song, Xiong Kexuan telah meninjau kota kecil tersebut dan akhirnya memutuskan untuk membeli gedung tua bekas kantor pemerintah desa. Harus diakui, keberuntungan Memori Masa Depan memang sedang baik. Pemerintah Daerah Taiping baru saja membangun gedung kantor baru dan sejak setahun lalu sudah seluruhnya pindah, sehingga gedung lama pun dibiarkan kosong.
Setelah Xiong Kexuan jatuh hati pada gedung yang agak usang itu, ia langsung menghubungi pemerintah daerah dan menjelaskan maksudnya. Ketika pemerintah desa mengetahui bahwa di lembah gunung ini ada sebuah perusahaan teknologi tinggi dengan valuasi triliunan, mereka benar-benar terperangah.
Sesaat setelah keterkejutan itu, semua orang menjadi sangat gembira. Ini seperti ayam kampung yang tiba-tiba melahirkan burung merak emas. Kesempatan seperti ini jarang sekali terjadi, apalagi perusahaan itu memang milik asli daerah mereka, dan yang paling penting, mereka rela mendirikan kantor di daerah terpencil ini. Jika para pejabat daerah gagal mempertahankan burung merak emas yang sudah di depan mata, siapa yang akan mereka salahkan nanti?
Begitu kabar ini sampai ke telinga pejabat daerah, mereka segera melaporkannya ke tingkat kabupaten. Mendengar bahwa perusahaan yang pernah dipuji oleh pemerintah pusat ini akan menetap di wilayahnya, seluruh pejabat kabupaten pun sangat senang. Mereka sepakat bahwa ini adalah peluang besar yang tidak boleh dilewatkan. Maka, mereka memutuskan untuk menghadiahkan gedung tua itu secara cuma-cuma kepada Memori Masa Depan.
Agar perusahaan mudah dalam mengurus segala kebutuhan, pemerintah kabupaten pun membentuk tim darurat sementara khusus untuk melayani keperluan Memori Masa Depan.
Dalam waktu singkat, kota kecil itu mulai ramai kembali. Bahkan, omzet supermarket milik ibu Li Zhou naik dua kali lipat.
Gedung lama yang sebelumnya kosong kini resmi menjadi kantor sementara Memori Masa Depan. Li Zhou duduk di kantor sederhana, menatap daftar pegawai perusahaan dan geleng-geleng kepala penuh kekaguman.
Benar saja, karyawan yang direkrut oleh wanita cantik memang semuanya cantik. Dari seratus lebih karyawan yang kini bekerja di Memori Masa Depan, tujuh puluh persen di antaranya adalah perempuan menawan.
Menurut Xiong Kexuan, ini semua berkat jaringan relasi yang telah ia bangun selama bertahun-tahun. Kalau bukan karena dirinya, siapa yang mau datang dan bekerja di pelosok gunung begini? Tentu saja, faktor utama lainnya adalah gaji dan fasilitas yang ditawarkan Li Zhou memang sangat menggiurkan.
Li Zhou menikmati kesejukan AC di ruang kerjanya, sementara di sisi lain, Xiong Kexuan bersama kepala keuangan, Shen Minting, berangkat ke gedung pemerintah.
Hari itu adalah hari pertama Memori Masa Depan membayar pajak. Sehari sebelumnya, mereka sudah memberitahu pihak kabupaten agar Bank Pembangunan dan kantor pajak mengirim petugas khusus untuk membantu proses pembayaran.
Di kantor pemerintah desa, sejak pagi hari, Sekretaris Chu Daqi sudah mondar-mandir di koridor. Kini, sudah lebih dari dua jam ia berjalan ke sana kemari.
Saat itu, Camat Peng Shun menepuk lengan Chu Daqi, “Pak Chu, mereka datang! Mereka datang!”
Chu Daqi menoleh dan matanya berbinar. Benar saja, CEO Memori Masa Depan datang bersama seorang gadis muda, berjalan masuk ke gedung pemerintah sambil bercanda ringan.
“Ayo, kita sambut mereka!”
Ketika Chu Daqi dan Peng Shun bergegas turun, Xiong Kexuan dan Shen Minting baru saja melangkah ke pintu masuk.
“Bu Xiong, akhirnya kami bisa menyambut kedatangan Anda,” sambut Chu Daqi dengan antusias. “Ayo, silahkan masuk!”
Menghadapi keramahan sekretaris desa, Xiong Kexuan sangat memakluminya. Hari ini, Memori Masa Depan datang untuk membayar pajak, dan sebagian dari pajak itu akan masuk ke kas daerah. Jika anggaran daerah cukup, pembangunan akan berjalan lancar dan perekonomian daerah pun akan berkembang pesat.
“Terima kasih atas sambutannya, Pak Sekretaris. Silakan!”
Xiong Kexuan pun membalas keramahan para pejabat daerah itu.
Di ruang rapat lantai dua, para pegawai yang diperbantukan dari kabupaten langsung berdiri dan memberi hormat ketika melihat sekretaris desa membawa dua wanita cantik masuk ruangan.
Setelah Xiong Kexuan dan Shen Minting duduk, barulah yang lain ikut duduk. Usai disuguhi teh dan berbincang ringan, Xiong Kexuan yang melihat Chu Daqi tampak gelisah pun tersenyum dan mengajukan saran.
“Pak Sekretaris, waktu sudah tidak pagi lagi. Atasan saya masih menunggu kami kembali. Bagaimana kalau kita langsung urus saja keperluan hari ini?”
Chu Daqi langsung menjawab, “Baik! Baik! Baik!”
Perhitungan pajak Memori Masa Depan sebenarnya sangat mudah. Sampai saat ini, hanya ada satu sumber pemasukan, yaitu dari aplikasi Asisten Cerdas. Namun, kecepatan aplikasi itu meraup keuntungan jauh melampaui prediksi Li Zhou. Ia bahkan meremehkan kemampuan pengguna internet membelanjakan uang. Sampai hari ini, hanya dari Asisten Cerdas, perusahaan sudah memperoleh pendapatan sepuluh miliar.
Dengan tarif pajak perusahaan sebesar 25%, itu berarti mereka harus membayar 2,5 miliar. Namun, sebagai perusahaan perangkat lunak dan teknologi tinggi, negara memberikan keringanan pajak. Meski begitu, setelah dihitung oleh petugas pajak, jumlah yang harus dibayar tetap mencapai 1,5 miliar.
Mendengar hasil akhir tersebut, semua orang terperangah. Perusahaan yang baru berdiri kurang dari sebulan, hanya dari pajak saja sudah membayar satu setengah miliar. Itu pencapaian yang luar biasa.
Saat semua orang masih dalam keadaan terkejut, Xiong Kexuan memberi isyarat pada Shen Minting untuk segera membuka laptop dan memproses pembayaran.
Baru setelah pembayaran pajak diterima, semua yang hadir baru mulai sadar dari keterpanaan.
“Pak Sekretaris Chu, kami masih ada urusan, jadi kami pamit dulu, bagaimana?” ujar Xiong Kexuan sambil tersenyum.
“Eh? Baik, baik,” jawab Chu Daqi agak gugup. “Biar saya antar kalian.”
Chu Daqi dan Peng Shun pun mengantar Xiong Kexuan dan Shen Minting sampai ke tepi jalan. Setelah kedua wanita itu menghilang dari pandangan, barulah mereka berdua tersadar kembali.
“Pak Peng, satu setengah miliar itu sebesar apa, ya?” tanya Chu Daqi.
Peng Shun menjawab setengah kesal, “Kau juga tahu, aku mana pernah melihat pajak sebesar itu.”
Memang, bagi pejabat desa di lembah pegunungan, pajak sebesar itu benar-benar di luar bayangan.
---
Di depan gedung kantor Memori Masa Depan, dua truk baru saja berhenti di lapangan sepak bola. Mendengar kabar itu, Li Zhou segera turun. Muatan truk itu adalah kendaraan pribadinya serta klaster server yang ia pesan khusus dari Huawi.
Kedatangan dua benda itu benar-benar membuat Li Zhou girang. Situs resmi Memori Masa Depan sudah ia bangun sejak lama, dan kini hanya tinggal menunggu server-server itu tiba.
Para karyawan yang melihat bos mereka turun dengan sandal jepit segera menyapa dengan ramah.
“Selamat siang, Pak Bos.”
“Selamat siang, Pak Bos.”
Dan seterusnya.
Setiap kali mendapat sapaan, Li Zhou selalu membalas dengan senyum dan anggukan.
Di lapangan sepak bola, Li Zhou baru saja sampai di samping truk besar ketika Xiong Kexuan dan kepala keuangan Shen Minting pulang dari gedung pemerintah.
Jelas, kedua wanita itu juga tertarik dengan truk yang parkir di lapangan, apalagi mobil Hongqi yang baru sangat mencolok di antara kendaraan lain.
“Ayo, lihat, tungganganku keren, kan?”
Semua orang pun mengangguk, memang keren.
“Zhou Song, turunkan mobil itu. Nanti kapan-kapan kita harus jalan-jalan dengan tunggangan baruku ini.”
Zhou Song, yang berdiri di samping, hanya melirik ke belakang, lalu dengan satu tangan ia melompat ke atas truk. Setelah mobil Hongqi yang sudah dimodifikasi itu berhasil diturunkan dan diparkir, barulah Li Zhou beralih ke truk besar satunya yang tertutup rapat.
“Pan Jie, panggil semua pria, angkat server-server itu ke ujung timur lantai satu. Sore ini aku ingin semua server itu sudah beroperasi.”