Bab Tiga Puluh Tiga: Menetap
Akhir bulan, tanggal tiga puluh Mei, hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi seluruh karyawan Teknologi Masa Depan. Sejak awal berdirinya hingga kini, akhirnya perusahaan benar-benar memiliki kantor pusat milik sendiri.
Kantor pusat Teknologi Masa Depan terdiri dari 40 lantai, 20 lantai di bawah tanah dan 20 lantai di atas tanah. Bedanya, sepuluh lantai terbawah semuanya memiliki tinggi lima meter. Dalam rancangan Li Zhou, sepuluh lantai terbawah ini nantinya akan menjadi laboratorium pribadi dan pusat kecerdasan buatan miliknya.
Sejak pagi, semua departemen Teknologi Masa Depan sibuk membereskan barang-barang pribadi, hanya menunggu peresmian jam sepuluh lewat lima belas untuk resmi menempati kantor pusat.
Kabar kepindahan ke kantor pusat ini sudah tersebar jauh-jauh hari. Pukul setengah sepuluh pagi, saat Li Zhou mengantar para pejabat kabupaten ke depan gedung, sudah banyak wartawan yang siap dengan perlengkapan mereka.
Waktu terus berjalan, Li Zhou beberapa kali melirik jam tangan, menggerutu dalam hati.
“Sudah jam sepuluh tepat, kenapa orang itu belum juga muncul?”
Saat Li Zhou mulai kehilangan kesabaran dan hendak menelepon, sebuah mobil militer berhenti mendadak di tempat parkir depan kantor pusat.
Melihat Yuan Jingsong, Li Zhou tersenyum dan berjalan menghampirinya.
“Yuan tua, baru datang sekarang? Kukira kau tak jadi datang.”
Yuan Jingsong turun dari mobil tanpa berkata apa-apa, langsung melemparkan sebuah map ke Li Zhou. “Daftar personel yang kau minta sudah di sini. Semua mantan tentara dalam daftar ini sangat berkualitas, jumlahnya tiga ratus orang.”
Li Zhou dengan senang hati membuka map itu dan melirik cepat, sama sekali tak memedulikan wajah masam Yuan Jingsong.
Yuan Jingsong menatap Li Zhou dengan serius dan bertanya, “Jujur saja, untuk apa kau butuh begitu banyak mantan pasukan khusus? Kau tahu, jika tiga ratus orang ini dipersenjatai penuh, itu kekuatan yang sangat besar.”
Li Zhou mengangkat bahu. “Tenang saja. Ini kan kantor pusat baru selesai dibangun. Sepuluh lantai bawah akan jadi zona percobaan pribadi dan pusat kecerdasan buatan. Semua itu rahasia perusahaan, jadi sistem keamanannya harus maksimal.”
Li Zhou melihat sekeliling, memastikan tak ada orang luar, lalu berbisik di dekat telinga Yuan Jingsong, “Aku punya kemajuan baru dalam pengembangan kecerdasan buatan. Kalau tak perkuat pengamanan, aku tak akan tenang. Jika bocor sebelum sempurna, itu bisa jadi bencana bagi dunia internet sekarang. Selain kecerdasan buatan, aku juga punya beberapa proyek riset lain yang sedang uji coba. Kalau berhasil, dampaknya bisa fenomenal.”
Yuan Jingsong memandang Li Zhou dengan wajah terkejut. Menurut prediksi tim ahli dalam negeri, kecerdasan buatan sejati akan muncul paling cepat lima tahun lagi, dan itu saja sudah membuat para atasan sangat antusias. Siapa sangka, diam-diam Li Zhou sudah membuat kemajuan baru.
Yuan Jingsong baru saja hendak bertanya lebih lanjut, terutama soal proyek lain yang dirahasiakan Li Zhou dan yang sama sekali tak pernah ia dengar, namun ia urungkan niat begitu melihat seorang perempuan berlari ke arah mereka.
Wang Fei berlari kecil ke depan bosnya, memandangnya dengan pasrah.
“Ketua, tinggal tiga menit lagi sebelum upacara pembukaan jam sepuluh lewat lima belas. Kalau tak segera ke sana, kita akan melewatkan waktu baiknya.”
Li Zhou melirik jam tangan dan ternyata benar. Ia melirik Yuan Jingsong dengan tatapan seperti istri yang mengomel.
“Ayo cepat, semuanya tinggal menunggu kamu.”
Selesai bicara, Li Zhou langsung berlari. Mana berani dia bercanda, jam sepuluh lewat lima belas adalah waktu baik yang dicari khusus oleh ibunya. Kalau sampai telat gara-gara dirinya, ia yakin ibunya akan mengejar dengan sapu.
Saat Li Zhou sampai di pintu masuk, ia sempat melihat ibunya melotot tajam ke arahnya. Li Zhou meringis dan pura-pura tidak melihat.
Tepat pukul sepuluh lewat lima belas, di hadapan seluruh karyawan Teknologi Masa Depan dan media, Li Zhou, Yuan Jingsong, dan para pejabat bersama-sama membuka kain merah penutup.
Li Zhou menatap gerbang kantor pusat dengan perasaan haru.
Semua orang tersenyum memandang Li Zhou, menunggu satu kata darinya untuk masuk ke gedung baru.
Li Zhou mengayunkan tangan dan berseru lantang, “Pintu merah dibuka, semoga semua selamat dan keberuntungan datang! Masuk!”
Begitu suara Li Zhou selesai, seluruh karyawan seperti kembali ke masa SMA saat jam makan siang, semua berlari penuh suka cita ke dalam gedung. Gedung sebesar ini, akhirnya mereka tak perlu lagi berdesakan di kantor kecil. Meskipun bagian administrasi sudah membagi area untuk tiap departemen, tak ada yang tahu posisi meja kerja masing-masing.
Semua jadi antusias, siapa yang tak ingin dapat tempat bagus? Apalagi kalau dekat jendela, pasti sempurna. Taman di luar kantor pusat kini sudah selesai, jadi saat istirahat bisa menikmati pemandangan yang indah, sungguh luar biasa.
Yang paling tenang hanya bagian keuangan dan kantor direksi. Sebagai tangan kanan bos, bagian keuangan ditempatkan paling dekat dengan bos, di lantai minus sepuluh...
Kantor direksi juga berada di lantai yang sama dengan bagian keuangan...
Yuan Jingsong memandang keheranan tingkah laku para karyawan Teknologi Masa Depan, lalu menoleh pada Li Zhou dengan heran.
“Mereka ini rebutan mau makan, ya?”
Ucapan Yuan Jingsong cukup keras, membuat para pejabat di sekitar Li Zhou ikut menoleh penasaran.
Merasa jadi pusat perhatian, Li Zhou hampir tak bisa menahan senyum masamnya. Makan siang, katanya!
Li Zhou masih terdiam, tahu-tahu Yuan Jingsong menimpali lagi.
“Anak buahku juga begitu, dengar makan, larinya paling kencang.”
Li Zhou mengusap dahinya dan menanggapi Yuan Jingsong dengan pasrah.
“Mereka itu sebenarnya rebutan meja kerja. Ayo, aku ajak semua keliling gedung, lalu kita makan siang di kantin lantai dua, coba rasakan makanannya.”
Li Zhou membawa rombongan berkeliling mulai dari lantai satu, akhirnya berhenti di lantai minus sepuluh, tepatnya di ruang kerja Xiong Kexuan.
Di ruang rapat kecil, setelah lelah berkeliling, semua duduk santai sambil minum teh.
Saat itu, sekretaris kabupaten bertanya penasaran, “Pak Li, saya dengar kantor pusat Teknologi Masa Depan ada empat puluh lantai, kok yang terlihat hanya tiga puluh?”
Li Zhou menjawab sambil tersenyum, “Sepuluh lantai lagi ada di bawah kaki kita. Itu zona percobaan, sementara belum dibuka untuk umum. Bahkan di internal perusahaan, tanpa izin saya, Direktur Xiong pun tak bisa turun ke sana.”
Selain Yuan Jingsong, semua menatap Xiong Kexuan dengan heran. Bahkan CEO perusahaan pun tak punya akses, benar-benar ketat sekali.
Xiong Kexuan hanya bisa mengangguk pasrah. Memang, sejauh ini ia baru sekali turun ke bawah, itu pun saat renovasi baru selesai dan meninjau bersama Li Zhou.
Melihat Xiong Kexuan mengiyakan, lalu melihat Yuan Jingsong yang duduk santai minum teh, semua mulai mengangguk seolah mendapat pencerahan.
Yuan Jingsong sendiri malah bingung melihat mereka, padahal ia hanya minum teh, kenapa semua orang seolah-olah baru memahami sesuatu yang penting.