Bab 9 Wan'er, minumlah obatmu
“Mungkin Yang Mulia belum memahami kemampuan wanita penghibur,” sahut Xie Nanzhi enteng seraya mengelus kain gaun pengantin berwarna merah muda pekat itu.
Gaun tersebut dibawa oleh Yin Jiuyi. Konon berasal dari bengkel sulam istana, pengerjaannya memang sangat halus, hanya saja meski gaunnya bagus, warnanya terkesan norak.
Yin Jiuyi tertawa kecil, “Bagaimanapun, besok kau akan masuk ke kediaman, saat itu tiba, aku harus mempelajarinya dengan saksama.”
Xie Nanzhi mengangkat alisnya, raut wajahnya tampak menggoda, “Kalau begitu, hamba akan menanti Yang Mulia.”
Bulan berada tepat di puncak langit.
Xie Nanzhi ingat ia hanya sedang tidur, mengapa bagian belakang kepalanya terasa begitu sakit seolah akan meledak?
Ia memegangi kepalanya dan perlahan sadar. Saat membuka mata, ia tidak berada di kamar yang familier, melainkan di sebuah kuil terbengkalai yang penuh dengan sarang laba-laba dan debu.
Penculikan?
Saat Xie Nanzhi hendak bangkit, seorang wanita yang mengenakan tudung hitam masuk ke dalam kuil, diikuti oleh dua pria bertubuh kekar di belakangnya yang tampak seperti ahli bela diri.
Shen Yujian!
Xie Nanzhi menopang tubuhnya bersandar di dinding, otaknya berputar cepat memikirkan strategi, namun wajahnya berpura-pura bingung, “Nona Shen, untuk apa Anda membawa saya kemari?”
Shen Yujian menatap wajah di hadapannya dengan tatapan yang seolah ingin menyayatnya menjadi kepingan, “Gadis Wan’er, keberuntunganmu sungguh luar biasa, bisa-bisanya dengan status rendahanmu kau menjadi selir Kakak Jiuyi.”
“Bukankah sudah kuperingatkan beberapa hari lalu untuk menjauh dari Kakak Jiuyi? Kenapa? Sekarang kau merasa punya pelindung sehingga menjadi tidak tahu diri?”
Shen Yujian berjongkok, tangannya mencengkeram dagu Xie Nanzhi, meremasnya dengan kuat sambil bergumam, “Katakan, pantaskah kau mati?”
Tubuh Xie Nanzhi mendingin. Tatapan tajam itu seperti seekor ular berbisa yang sedang menjulurkan lidah, bersembunyi di kegelapan dan mengintai mangsanya sembari menunggu waktu yang tepat.
Xie Nanzhi menahan rasa sakit dan berusaha menjelaskan dengan kalimat yang terbata-bata, “Hamba hanyalah orang berstatus rendah yang tidak berdaya, kelak hamba pasti akan bersikap tahu diri.”
“Tahu diri?” Sudut bibir Shen Yujian terangkat membentuk senyum yang mengerikan, “Aku saja tidak bisa mendekati Kakak Jiuyi, kenapa kau bisa masuk ke kediamannya?”
Xie Nanzhi merasa dagunya hampir remuk, ia pun berusaha menyelamatkan diri, “Nona Shen, kehadiran hamba di kediaman He justru akan memberi Anda keuntungan tanpa kerugian sedikit pun!”
Ucapan itu menarik perhatian Shen Yujian, “Oh? Coba katakan.”
“Jujur saja, bisa menebus diri dari tempat itu sudah merupakan berkah terbesar dalam hidup hamba. Hamba tidak berani mengharapkan hal lain, apalagi bisa masuk ke kediaman He, itu pun di luar dugaan hamba.”
“Rahasia Tuan Muda He hanya kita yang tahu, namun Kaisar tidak mengetahuinya. Kelak Kaisar pasti akan menjodohkannya, tetapi karena status hamba yang rendah, saat Kaisar memilih calon istri yang tepat, beliau pasti akan mempertimbangkannya masak-masak. Dengan begitu, ini bisa memberikan Anda banyak waktu.”
Melihat Shen Yujian tampak terpengaruh, Xie Nanzhi melanjutkan, “Yang hamba inginkan hanyalah hidup tenang dan bebas. Setelah masuk ke kediaman nanti, hamba pasti akan bersikap tahu diri.”
Shen Yujian terdiam cukup lama, menatap Xie Nanzhi dengan tatapan tidak percaya, “Kau serius?”
Xie Nanzhi mengangguk mantap, “Serius!”
“Tapi aku tidak percaya padamu!” Shen Yujian masih ragu.
Xie Nanzhi balik bertanya, “Lalu bagaimana agar Nona Shen bisa memercayai hamba?”
Shen Yujian tampak sudah mempersiapkannya. Ia bertepuk tangan, dan pelayan di luar pintu segera menyodorkan semangkuk obat.
Aroma obat menyeruak. Begitu menciumnya, Xie Nanzhi tahu itu adalah ramuan mandul yang sangat merusak tubuh, bahkan di dalamnya dicampur dengan rumput wisteria yang jika dikonsumsi terus-menerus akan membuat seseorang melemah perlahan hingga ajal menjemput.
Betapa kejamnya hati Shen Yujian!
“Ini adalah ramuan pencegah kehamilan. Tenang saja, tidak berbahaya bagi tubuhmu. Kau harus meminumnya setiap setengah bulan sekali. Saat aku sudah masuk ke kediaman He, aku akan membebaskanmu.”