Bab 47: Ketulusan Kalah oleh Muslihat

O mestre desce a montanha: o discípulo é tão forte que a bela mestra não dá conta. Túnicas roxas esvoaçantes 2455kata 2026-08-03 00:43:18

Otak bucin sama sekali tidak disukai di mana pun, terutama karena makhluk seperti ini sama sekali tidak punya otak.
Terkadang mereka menangis sesenggukan, mengatakan bahwa mereka telah di bully oleh pacar mereka, dan setelah dibujuk setengah mati, pada akhirnya mereka malah berbaikan lagi dengan pacar mereka.
Hal ini membuat diri sendiri terlihat seperti badut.
Terutama ketika berusaha membujuk si otak bucin, lalu malah ikut menjelek-jelekkan pacar si otak bucin tersebut. Pada saat seperti itu, bukan saja tenaga terkuras sia-sia dan tidak dihargai, bahkan ada kemungkinan besar menyinggung dua orang sekaligus.
Tok, tok, tok... suara ketukan pintu terdengar.
Xiao Wei buru-buru bangkit dan berlari untuk membukakan pintu.
Begitu melihat Ye Chen berdiri di ambang pintu, wajah Xiao Wei langsung berubah menjadi muram.
"Tuan Ye datang lagi?"
Nada bicara Xiao Wei terdengar sangat kaku, seolah-olah dia sangat tidak senang dengan kedatangan Ye Chen.
Ye Chen sama sekali tidak memedulikan apakah wanita itu senang atau tidak, lagipula tujuannya bukan untuk menemui wanita itu.
Langsung melangkah masuk ke dalam ruang kerja, Ye Chen meletakkan setumpuk barang yang baru saja dibelinya di atas meja.
"Ini stoking, ukuran 0D, kata pelayan tokonya ini stoking udara, sangat lembut dan licin, nanti kamu coba rasakan sendiri bagaimana rasanya!"
"Ini kemeja, modelnya agak pas di badan, postur tubuhmu bagus, kalau dipakai pasti terlihat cantik!"
"Lalu yang ini, rok span, kubuat sendiri khusus sesuai dengan ukuranmu, elastisitasnya sangat bagus, berjalan pun tidak perlu takut merasa tertarik!"
...
Begitu Ye Chen selesai berbicara, Lin Qingxue sedikit membuka mulutnya.
"I-i-ini untuk apa ya? Kenapa membelikanku pakaian-pakaian ini?"
Entah karena pikirannya sudah melantur kemana-mana, wajah Lin Qingxue perlahan-lahan merona merah.
"Tidak untuk apa-apa kok! Tadi waktu aku jalan-jalan dengan Wang Fei'er, dia bilang ingin mengganti pakaian kerjanya, kebetulan aku juga melihat beberapa set pakaian yang bagus. Jadi, kusempatkan membelinya untuk dikirimkan bersama rok yang kubuatkan untukmu semalam!"
Xiao Wei yang berada tidak jauh dari sana, terpaku total.
Bukankah pria ini yang menyuruh Lin Qingxue agar tidak berpakaian terlalu terbuka? Kenapa sekarang malah datang membawakan pakaian-pakaian yang penuh godaan seperti ini? Apakah dia ini sebenarnya sakit jiwa?
"Sebenarnya aku juga kurang suka kalau kamu memakai pakaian seperti ini. Bagaimanapun juga, sebagai seorang pria, aku tidak suka melihat orang lain memperhatikanmu dari atas sampai bawah. Tapi semalam aku pikir-pikir lagi, itu kan gaya berpakaianmu sendiri, kamu tidak perlu mengubah apa pun demi aku, jadilah dirimu sendiri, jangan sampai pada akhirnya malah lupa siapa diriku ini, eh maksudku siapa dirimu sebenarnya!"
Ucapan ini terdengar begitu merdu di telinga, membuat Lin Qingxue terpaku di tempat tanpa tahu bagaimana harus menjawabnya.
Xiao Wei yang berada di dekatnya tidak kuasa menahan diri untuk mengacungkan jempol kepada Ye Chen di dalam hatinya.
Jika ada yang berani bilang pria ini bukan seorang penakluk wanita, Xiao Wei sama sekali tidak akan percaya.
Di satu sisi, ucapannya mempermanis egoismenya sebagai pria dominan, namun di sisi lain, ia juga berhasil mengekspresikan ketidaksukaannya sekaligus menunjukkan rasa hormatnya kepada Lin Qingxue.
Xiao Wei bisa merasakan bahwa begitu trik-trik semacam itu diterapkan pada Lin Qingxue, wanita itu pasti akan bertekuk lutut.
Benar saja, wajah Lin Qingxue kini sudah memerah melebihi pantat monyet.
Keringat pun terus bercucuran membasahi dahinya.
Tepat pada saat yang krusial ini, Ye Chen buru-buru mengeluarkan selembar tisu dari dalam tasnya, lalu dengan lembut dan telaten membantu menyeka keringat di wajah Lin Qingxue.
Merasakan jemari Ye Chen perlahan-lahan membelai wajahnya, detak jantung Lin Qingxue berdegup semakin kencang, hingga tanpa sadar ia menyilangkan kedua kakinya rapat-rapat.
Tubuhnya bergetar hebat, membuat Lin Qingxue terhuyung-huyung mundur dua langkah di tempatnya berdiri.
"Ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba berdiri tidak tegak?"
Wajah Lin Qingxue semakin memerah. Apa yang baru saja terjadi membuat rasa malunya mencapai tingkat tertinggi.
"A-a-aku, sebaiknya kita bicarakan di rumah saja!"
"Ini kan belum jam siang, urusan di perusahaan juga belum selesai, mau pulang ke rumah yang mana?"
Wanita adalah makhluk yang paling memahami wanita. Melalui gerak-gerik Lin Qingxue, Xiao Wei langsung paham apa yang sedang terjadi.
Dalam hati ia merutuki wanita tidak berguna itu, lalu Xiao Wei buru-buru bangkit berdiri dan berkata, "Di sebelah ada kamar istirahat milik Direktur Lin, kalian berdua bisa mengobrol di dalam sana. Berkas-berkas di mejaku ini masih banyak, aku harus menyelesaikannya dengan tenang!"
"Benar, kita tidak boleh mengganggu Xiao Wei!" Lin Qingxue langsung meraih tangan Ye Chen.
Di tengah kebingungan pria itu, Lin Qingxue menyeret Ye Chen masuk ke dalam kamar tidur yang berada di samping ruang kerja.
Meskipun kamar tidur ini kecil, hanya sekitar sepuluh meter persegi, namun didekorasi dengan sangat hangat, sekilas mirip dengan gaya kamar seorang putri kecil.
"Dulu aku sering lembur semalaman di kantor, jadi sengaja kubuat ruangan seperti ini agar lebih mudah saat bekerja," ucap Lin Qingxue sambil berjalan menuju tempat tidur lalu duduk di atasnya.
Ye Chen melihat sekeliling, dan karena tidak ada tempat duduk lain, ia pun akhirnya ikut duduk di tepi ranjang bersama wanita itu.
Tiba-tiba, wajah Ye Chen berubah menjadi merah padam, disusul dengan kedua tangannya yang memegang erat dadanya.
"Gawat, gawat sudah tidak tahan lagi!"
"Ada apa?" Lin Qingxue buru-buru memegang bahu Ye Chen, berniat membantunya memeriksa bagian dada.
"A-a-aku, sepertinya racun yangku derita kambuh."
"Ah? Racunmu kambuh? Lalu bagaimana ini?" Lin Qingxue merasa sangat khawatir, kekhawatiran itu jelas tergambar di wajahnya.
"Jika racun ini kambuh dan tidak segera meminum obat penawar atau mengendalikannya, dalam waktu sepuluh menit meridian di tubuhku akan diterobos oleh gelombang energi murni yang besar, seluruh tubuhku akan retak-retak, dan energi sejati di dalam diriku akan mengalir bagaikan lahar panas yang dengan cepat mengikis setiap inci kulitku!" Keputusasaan terpancar jelas di mata Ye Chen.
"Lalu, lalu, lalu apa yang harus kita lakukan? Apakah kamu membawa obat penawar di tubuhmu?" Lin Qingxue sudah sangat panik hingga hampir menangis.
Tiba-tiba, Ye Chen berbalik dan menindih Lin Qingxue di bawah tubuhnya.
"Aku tidak menyangka racun ini akan kambuh, jadi hari ini aku tidak membawa obat penawar. Selain obat penawar, satu-satunya cara adalah dengan memiliki tubuh Yin murni agar aku bisa menyerap energi Yin untuk melengkapi energi Yang demi meredam racun ini sementara waktu."
"Menyerap energi Yin untuk melengkapi energi Yang?"
Wajah wanita itu merona merah hingga ke pangkal telinganya. Rasa malu yang sudah dirasakannya ditambah lagi dengan posisi tubuh mereka berdua saat ini, serta suasana di atas ranjang membuat Lin Qingxue kembali tanpa sadar menyilangkan kakinya rapat-rapat.
"A-aku, aku, ini yang pertama kalinya, sebelumnya belum pernah sama sekali." Lin Qingxue buru-buru memejamkan matanya, ia bahkan tidak percaya kalimat itu bisa keluar dari mulutnya sendiri.
"Tidak apa-apa, a-aku, aku akan melakukannya dengan sangat lembut!"
Ye Chen tiba-tiba menunduk, napas hangatnya berembus menerpa leher Lin Qingxue.
Seketika itu pula jari-jari tangan dan kaki Lin Qingxue melengkung dan mencengkeram erat.
Sepatu di kakinya terlepas dengan sendirinya, kaki mungil yang terbalut stoking itu mengerahkan tenaga kuat, seolah-olah sedang mengepalkan tinju erat-erat.
"Kenapa pakai celana masih pakai stoking segala? Apa tidak gerah?" Ye Chen meraih salah satu kaki Lin Qingxue dengan satu tangannya.
Tubuhnya kembali bergetar hebat, membuat Lin Qingxue buru-buru menggeser pinggangnya sedikit.
"Aduh, langsung saja cepat... A-aku, a-aku sudah mau..."
Pancaran api menyala di mata Ye Chen, ia buru-buru bangkit duduk, tangannya bahkan sudah diletakkan di atas ikat pinggangnya.
"Ye Chen, cepat keluar kamu! Cepat keluar sekarang juga! Beraninya kamu membawa Xiao Xue masuk ke dalam kamar di siang bolong begini, percaya atau tidak akan kubunuh kau!"
Wang Fei'er memarahi dari luar kamar dengan suara melengking seperti wanita berandal.
Hal itu membuat Ye Chen begitu ketakutan hingga ia buru-buru berlari dan bersembunyi di balik tirai jendela.
"Katakan saja kalau aku tidak pernah datang!"
Lin Qingxue menatap Ye Chen dengan tatapan penuh keheranan, sebelum akhirnya ia paham apa yang sedang terjadi.
Setelah melemparkan tatapan tajam penuh kekesalan, ia buru-buru bangkit dan merapikan pakaiannya.
"Bukankah tadi katanya kamu terkena racun? Lebih baik kamu mati meracuni diri sendiri saja sana, hih!"
Mendengus dingin, Lin Qingxue melangkah cepat keluar kamar dan langsung mengunci pintu dari luar.