Bab 48 Kelelahan
"Orang ini benar-benar jahat, dan tidak punya urat malu. Masih siang bolong begini, beraninya dia membawamu masuk ke kamar. Kubikin dia kapok nanti!"
Wang Feier memeluk Lin Qingxue, gigi gerahamnya hampir bergemeretak karena kesal.
Namun, sama sekali tidak ada ekspresi terima kasih di wajah Lin Qingxue, ia justru mengangguk dengan sedikit rasa kecewa.
"Lain kali tidak akan begitu lagi, lain kali aku akan memberitahumu lebih dulu!"
"Memberitahuku lebih dulu? Apa maksudmu? Apa yang kamu bicarakan?" Wang Feier belum menyadari bahwa Lin Qingxue sedang menyindir.
Pada saat ini, Ye Chen keluar dari kamar dan menimpali, "Maksudnya urusan kami berdua, lain kali akan diberitahukan kepadamu terlebih dahulu, kalau tidak nanti kamu tidak senang!"
Mata Wang Feier mendelik lebar. "Kamu, kamu, kamu, kalian sengaja bermain-main begini, ya?"
Merasa seolah-olah dikucilkan, ia tampak begitu jengkel.
"Tidak, tidak, tidak, Feier, jangan salah paham, aku tidak bermaksud begitu, aku hanya..."
Sebelum Lin Qingxue sempat menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba terdengar suara gedebuk tertahan dari samping. Xiao Wei mendadak pingsan ke lantai.
"Xiao Wei..."
Lin Qingxue segera berlari menghampiri Xiao Wei dan menggenggam tangannya.
Sentuhan di telapak tangannya terasa sangat dingin, bagaikan memegang sebuah es batu.
Ketika melihat wajah Xiao Wei, rona merah telah memenuhi wajahnya akibat kesulitan bernapas.
"Dia, dia, dia kenapa?"
"Cepat panggil ambulans!" Wang Feier dengan gugup mengeluarkan ponselnya, tangannya bergetar hendak menelepon darurat.
Tiba-tiba sebuah tangan mengulur dan menekan ponselnya.
"Apa yang kamu lakukan? Kalau sampai penanganannya terlambat, bagaimana jika terjadi sesuatu padanya?" Wang Feier menatap Ye Chen dengan keheranan, sama sekali tidak mengerti apa yang hendak dilakukan pria itu.
Lin Qingxue juga buru-buru bangkit berdiri.
"Apa yang kamu lakukan? Jangan menghalangi Feier menelepon ambulans!"
Ye Chen membalas tatapan mereka berdua dengan pandangan seolah sedang melihat orang bodoh, lalu ia berjongkok dan meraih pergelangan tangan Xiao Wei.
Setelah merasakan denyutnya dengan cermat, Ye Chen mengeluarkan kantong jarumnya dan dengan sigap menancapkan jarum akupunktur pada beberapa titik nadi penting di dada wanita itu.
"Hiss..."
Hampir bersamaan dengan jarum perak yang menembus kulit, pernapasan Xiao Wei perlahan-lahan menjadi lancar kembali.
Wang Feier menarik tangan Lin Qingxue untuk mundur ke belakang. Keduanya saling berpandangan, dan barulah mereka teringat bahwa jika berbicara tentang ilmu kedokteran, di seluruh Kota Jiangcheng tidak ada seorang pun yang bisa menjadi tandingan Ye Chen.
Tidak butuh waktu lama, Xiao Wei pun sadar kembali.
"Ba, ba, barusan ada apa?"
"Barusan kamu tiba-tiba jatuh ke lantai, wajahmu sampai memerah. Kami sangat panik, sama sekali tidak tahu apa yang telah terjadi!" Lin Qingxue menceritakan kembali kejadian barusan dengan penuh kecemasan.
Xiao Wei tidak memiliki ingatan sama sekali tentang hal itu, ia hanya merasa sangat ketakutan.
Hingga detik ini detak jantungnya masih berdegup sangat kencang, persis seperti orang yang baru saja lolos dari maut.
"Bukankah sebelumnya sudah kusuruh pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan? Kenapa kamu tidak pergi?" Dengan nada tegas layaknya seorang dokter yang sedang menegur pasien bandel, Ye Chen bertanya.
Xiao Wei dengan cepat menoleh menatap Ye Chen.
"Aku, aku, aku, aku pikir kamu hanya sedang bercanda!"
Xiao Wei sama sekali tidak tahu seberapa hebat kemampuan medis Ye Chen, jadi sebelumnya ia sama sekali tidak memasukkan perkataan Ye Chen ke dalam hati.
"Sebenarnya apa yang sedang kamu pikirkan? Bukankah sudah kubilang bahwa Ye Chen adalah dokter yang sangat hebat? Tuan muda dari keluarga Qin yang tadinya membuat orang lain angkat tangan pun berhasil disembuhkan oleh Ye Chen. Kakekku juga disembuhkan oleh Ye Chen!" Lin Qingxue menjelaskan.
"Lain kali jika Ye Chen menyuruhmu memeriksakan diri, patuhi saja. Kejadian barusan benar-benar hampir membuatku jantungan!"
Bibir Xiao Wei sudah tampak pucat, otaknya seolah masih berada dalam kondisi kebingungan.
Setelah tertegun cukup lama, Xiao Wei baru menatap Ye Chen dan bertanya, "Tuan Ye, sa, sa, saya ingin bertanya, se, sebenarnya saya ini sakit apa?"
"Bukan hanya satu penyakit. Meskipun mudah diobati, prosesnya memakan waktu dan harus dijaga perlahan-lahan!"
Begitu mendengar harus dijaga perlahan-lahan, Lin Qingxue buru-buru berkata, "Kamu pulang saja untuk beristirahat, ini dihitung sebagai kecelakaan kerja. Mulai sekarang, selama aku tidak menyuruhmu datang ke kantor, tidak usah datang, gajimu tetap dibayar penuh!"
"Ah? Begitu banyak pekerjaan, apakah Direktur Lin bisa mengurus semuanya sendirian?" Bahkan di saat seperti ini, Xiao Wei masih mengkhawatirkan apakah atasannya itu kewalahan.
"Sudahlah, jangan banyak bicara. Kalau disuruh pulang untuk istirahat, ya istirahatlah yang benar. Kalau aku tidak sanggup mengurusnya, Ye Chen akan membantuku!"
"Ha? Apa urusannya denganku?"
Ye Chen tidak menyangka bahwa dirinya baru saja menyelamatkan seseorang, namun pada akhirnya malah harus ikut membantu menyelesaikan pekerjaan orang lain.
Di dunia ini kepada siapa lagi ia harus mengadu?
"Betul, Ye Chen akan membantumu bekerja, dia kan sepanjang hari tidak ada kerjaan," sahut Wang Feier buru-buru ikut campur.
Karena Wang Feier tidak menunjukkan niat baik, jangan salahkan Ye Chen jika ia membalas dengan cara yang sama.
Tersenyum dingin, Ye Chen menatap Wang Feier dan berkata, "Kamu adalah sekretarisku, ada beberapa hal yang tidak begitu kukuasai, urusan yang ini kuserahkan kepadamu!"
Wang Feier benar-benar ingin menampar wajahnya sendiri. Ia tidak menyangka bahwa lubang yang ia gali untuk menjebak Ye Chen justru kini membuatnya terjatuh ke dalamnya.
Namun, ucapan telanjur terlontar, menyesal pun sudah terlambat.
Setelah mengantar Xiao Wei masuk ke dalam mobil, Ye Chen menyerahkan obat untuk persediaan satu minggu ke depan kepadanya.
Melambaikan tangan mengucapkan selamat tinggal pada Xiao Wei, ketiganya kembali ke perusahaan.
Begitu keluar dari lift, Wang Feier menghela napas dan berkata, "Coba lihat dirimu, bahkan sekretarismu sendiri sampai kelelahan begitu. Kenapa kamu tidak merekrut lebih banyak orang saja?"
"Arus kas kita saat ini belum berjalan normal, berbagai macam pekerjaan sangat sibuk dan membutuhkan kerja lembur. Aku juga tidak punya waktu untuk melatih tenaga baru!"
Ye Chen tadinya mengira Lin Qingxue akan beralasan tidak punya uang, tetapi ternyata alasannya adalah tidak punya waktu untuk melatih karyawan baru.
Jika sudah begitu, Ye Chen pun tidak bisa berbuat apa-apa.
"Minta tolong saja pada Ye Chen. Di Konstruksi Binhai ada banyak sekali orang, urusan Grup Lin pasti bisa segera..."
Sebelum Wang Feier sempat menyelesaikan kata-katanya, Ye Chen dengan tegas memotong ucapannya.
"Sudahlah, hentikan. Grup Binhai itu milik keluarga Qin, dan juga merupakan aset Qin Xiang'er. Mereka mempercayaiku dan menyerahkan aset mereka untuk kuurus, masa kamu menyuruhku menggunakan kepercayaan mereka demi kepentingan pribadi?"
"Bukan begitu, kepentingan pribadi dari manamana? Lagipula orang-orang itu menganggur juga kan, kenapa tidak memaksimalkan pemanfaatan karyawan? Aku..."
Lagi-lagi sebelum Wang Feier sempat menyelesaikan kalimatnya, kali ini Lin Qingxue memotong ucapannya.
"Jangan dibahas lagi. Memberikan ikan lebih baik daripada memberikan kail. Apa yang telah Ye Chen lakukan untuk kita sudah lebih dari cukup, dan aku juga berutang banyak budi kepada Nona Qin. Jika orang-orang dari Grup Binhai yang disuruh datang membantu mengurus perusahaan ini, untuk apa aku repot-repot mempertahankan Grup Lin dan tidak menjualnya saja kepada Nona Qin?"
Lin Qingxue ternyata adalah orang yang berpikiran jernih.
Jika segala sesuatunya selalu bergantung pada bantuan orang lain, maka nilai keberadaannya sendiri akan menjadi sia-sia.
Tidak ada orang yang mau mengakui bahwa dirinya adalah seorang pecundang.
"Terserah, pokoknya aku tidak paham dengan pemikiran kalian berdua!"
Sambil mengernyitkan bibir, pintu lift tepat terbuka dan Wang Feier melangkah keluar lebih dulu.
Lin Qingxue mengalihkan pandangannya menatap Ye Chen.
"Aku tidak menyangka kamu akan melihat sisi Grup Lin yang seperti ini. Kamu tidak menganggapku sebagai atasan yang memeras karyawan, kan?"
"Bukankah kamu juga lembur siang dan malam? Selama fasilitas dan kesejahteraan yang diberikan sudah sepadan, dan kamu sendiri juga ikut bekerja lembur, maka tidak ada yang namanya pemerasan," ucap Ye Chen lembut.
Wang Feier sebelumnya sempat menceritakan kepada Lin Qingxue tentang perkataan Ye Chen tersebut, itulah sebabnya Lin Qingxue sebenarnya sangat khawatir jika Ye Chen menganggap dirinya sebagai seorang kapitalis penindas.