Bab Lima Puluh Satu: Marah Hingga Serangan Jantung dan Stroke
Dalam sekejap, suasana memanas, lautan manusia bergelombang bagaikan petir menggelegar yang menerpa wajah. Di sisi Lin Feng, Ye Junya dan Liu Qingyan tanpa sadar mendekat, sementara empat pengawal bergerak cepat naik ke podium, bersiaga seperti menghadapi musuh besar.
Lin Feng menyelipkan mikrofon ke saku, mengangkat vas bunga besar setinggi setengah badan di atas podium, lalu menghantamkannya ke bawah panggung dengan keras.
“Prang!”
Suara pecahan porselen yang nyaring menggema di seluruh ruangan, membuat kerumunan terpaku, seketika suasana menjadi hening.
“Aku tahu, uang para pemegang saham bukan datang dari angin. Demi melindungi kepentingan semua sahabat pemegang saham, aku sudah menyiapkan dana yang cukup untuk membeli kembali seluruh saham yang kalian miliki. Silakan langsung ke sekretariat untuk mengisi kontrak penjualan saham, transaksi dilakukan sesuai harga penutupan saat perdagangan dihentikan. Berapa pun yang kalian jual, aku jamin akan aku beli semuanya.
Bagi yang masih percaya padaku dan ingin tetap memegang saham, silakan juga mendaftar. Mulai sekarang, kalian adalah bagian dari Grup Kekayaan, dan sebentar lagi aku punya sedikit kejutan untuk kalian.”
Hou Tianfang pun memanfaatkan kesempatan ini, “Aku Hou Tianfang juga punya beberapa ratus juta. Siapa yang butuh, bisa daftar ke aku. Uangnya memang tidak banyak, siapa cepat dia dapat.”
Dengan jaminan dari Lin Feng dan Hou Tianfang, sebagian besar pemegang saham justru mulai ragu-ragu.
Benar juga! Uang si tabib aja bukan datang dari angin, kalau dia percaya diri membeli saham sebanyak-banyaknya, kenapa kami tidak mempertahankan saham sebagai investasi jangka panjang? Siapa tahu nanti malah untung?
Sebenarnya, saham Grup Kekayaan yang beredar di pasar sudah hampir seluruhnya disapu bersih oleh Ye Junyu. Sebagian besar investor ritel tidak punya banyak saham Grup Kekayaan, bahkan kalau habis sekalipun, jumlahnya tidak seberapa.
Belakangan ini, setelah masalah besar menimpa Grup Kekayaan, para pemegang saham yang masih bertahan tidak menjual saham mereka, itu sebenarnya sudah seperti berjudi.
Memang, investasi saham mirip dengan perjudian, para investor juga punya naluri berjudi. Tadi mereka panik dan ikut-ikutan karena takut rugi, tapi setelah tenang dan berpikir jernih, malah jadi sayang untuk menjual.
Tentu saja, ada juga sebagian yang langsung mendaftar untuk menjual saham mereka.
Liu Zongwang dan putranya diam-diam menyelinap keluar dari ruangan. Tak lama, Liu Chengshang dengan penuh kelicikan memanggil Liu Qingyan untuk berbicara di pinggir.
Kembali ke podium, Liu Qingyan dengan wajah bingung berkata kepada Lin Feng, “Ayahku ingin menjual 10% saham awal keluarga Liu kepadamu, dan menyisakan 3% sebagai komisi untukku. Menurutmu, apa sebaiknya tawaran ini diterima?”
Lin Feng tidak langsung menjawab, malah balik bertanya,
“Sebagai manajer umum Grup Kekayaan, menurutmu apakah transaksi ini layak?”
Setelah ragu sejenak, Liu Qingyan berkata terus terang, “Sesuai rencana, harga saham Grup Kekayaan hanya akan terus naik. Aku rasa ini transaksi yang sangat menguntungkan.”
Melihat raut wajah Liu Qingyan yang semakin serius, Lin Feng tersenyum, “Wah, kau benar-benar membuat ayahmu kecele. Kenapa tidak biarkan saja mereka mempertahankan saham itu? Menurut prediksiku, harga saham bisa naik tiga sampai lima kali lipat, itu berarti tiga sampai lima miliar.”
“Ayahku pernah berkata, bisnis adalah bisnis, keluarga adalah keluarga, tidak boleh dicampuradukkan. Sebagai manajer umum Grup Kekayaan, aku punya kewajiban menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk pemilik perusahaan. Soal mereka tidak dapat untung, itu karena mereka sendiri yang buta, ada uang sebesar itu lewat di depan mata saja tidak bisa mereka tangkap.”
Sebenarnya, Lin Feng sengaja berkata seperti itu untuk memberi petunjuk pada Liu Chengshang agar memperbaiki hubungan keluarga, tapi siapa sangka Liu Qingyan justru masih menyimpan dendam besar pada keluarganya.
Lin Feng hanya bisa tersenyum canggung dan menghiburnya, “Sudahlah, jangan marah lagi. Kakekmu memang benar-benar tidak bisa melihat, punya cucu sehebat ini saja tidak tahu menghargai. Untung aku yang mendapatkannya.”
Liu Qingyan mendekat ke telinga Lin Feng dan berbisik pelan,
“Lalu, apakah kau akan menghargai aku?”
“Eh!”
Lin Feng merasakan semacam kabut harum dan hangat menembus telinganya hingga ke jiwa, telinganya beserta setengah pipinya langsung terasa panas membara, tubuhnya pun gemetar, setengah badannya serasa lemas.
Melihat Lin Feng yang tiba-tiba kaku dengan telinga memerah, Liu Qingyan tertawa geli, “Dasar bodoh! Aku cuma bercanda.”
Untung saja hari ini Lin Feng berpenampilan sangat tertutup, memakai masker besar, kacamata bingkai hitam, dan topi, jadi tidak ada yang melihat wajahnya yang merah padam.
Saat itu, Ye Junya datang membawa sebuah dokumen, Lin Feng segera mengalihkan topik, “Oh, untuk saham keluargamu, aku beri harga 10% di atas harga pasar, tapi syaratnya 3% saham awal harus sepenuhnya dialihkan padamu, jangan coba-coba main licik lagi.”
Dokumen yang dibawa Ye Junya adalah pemberitahuan kepada semua departemen agar bekerja sama dengan tim pengawas. Siapa pun yang tidak kooperatif akan langsung diberhentikan sementara, menunggu klarifikasi dari bagian hukum.
Lin Feng menandatangani dokumen itu setelah membacanya sekilas.
Kegaduhan yang susah payah dipicu keluarga Qi dengan segala tipu daya, langsung reda oleh langkah Lin Feng yang di luar dugaan siapa pun.
Qi Bingzhong sampai jenggotnya berdiri karena marah, ia mengetukkan tongkatnya ke lantai hingga bergemuruh, “Anak kecil, apa kau mau menantang langit? Grup Kekayaan adalah pembayar pajak terbesar di Provinsi Rong, tindakamu ini membuatmu menjadi musuh Grup Kekayaan, juga musuh provinsi ini.”
Lin Feng tidak mau berdebat, terutama karena ia memang tidak pandai beradu kata. Lebih baik membiarkan Qi Bingzhong berorasi sendirian.
Hou Tianfang yang sudah selesai membantu, kini santai saja dan langsung memancing suasana, menunjuk Qi Bingzhong sambil membentak, “Dasar tua bangka, kalau bicara soal musuh rakyat, justru keluarga kalianlah yang paling bersalah! Proyek-proyek yang kalian rebut dengan cara kotor adalah buktinya. Tim pengawas pasti segera menemukan bukti kejahatanmu, bersiaplah masuk neraka!”
Kali ini, Qi Bingzhong sengaja tidak menanggapi Hou Tianfang, ia melanjutkan ancamannya pada Lin Feng, “Baik, baik, baik! Kalau kau tidak mau mendengar nasihat, aku akan langsung menghadap petinggi provinsi, meminta mereka menarik mundur tim pengawas. Aku tidak percaya tim pengawas kecil bisa lebih berkuasa dari gubernur.”
Ye Junya berjalan sambil membawa surat pemberitahuan, “Kakek tua, tim pengawas ini langsung diterbangkan dari Ibu Kota ke Kota Rong, menurutmu siapa yang lebih berkuasa? Bingung, ya? Tadi kamu gembira, sekarang panik kan? Sebentar lagi pasti tambah nelangsa. Wah, cuma dalam waktu belasan menit, kau sudah mempertontonkan sandiwara dari bahagia jadi sengsara.”
“Utusan Kekaisaran!”
Qi Bingzhong sama sekali tidak mendengar ejekan Ye Junya, tapi begitu tahu tim pengawas dari Ibu Kota, ia langsung teringat istilah utusan kekaisaran.
Selesai sudah, api yang ditutup kertas akhirnya terbakar.
Langkah Qi Bingzhong goyah, hampir saja ia kencing di celana karena takut. Untung kedua putranya sigap menopang, jika tidak, pasti ia sudah jatuh terjerembab di tempat, benar-benar jadi contoh bahagia berujung sengsara.
Melihat Qi Bingzhong yang buru-buru keluar ruangan, Ye Junya berhenti, tertawa makin lepas, “Kakekku adalah pahlawan yang memimpin ribuan pasukan, mana bisa dibandingkan dengan tua bangka macam kamu?
Hari ini kamu memang lari cepat, kalau telat sedikit saja, aku pasti akan memaki sampai kau kena serangan jantung dan stroke, sampai tak bisa hidup mandiri.”
Qi Bingzhong tak lagi peduli berdebat dengan Ye Junya, ia terus saja mendesak kedua anaknya agar cepat membawanya pergi. Ia ingin segera meminta bantuan keluarga Wang, berharap tuan besar di belakang mereka masih mau membela.
Saat itu, seorang cucu keluarga Qi berlari masuk sambil menangis, “Kakek, Paman, Om, ada masalah! Orang dari keluarga Wang datang dan membawa pergi Wang Qian!”
Qi Tua terkejut hingga tongkat di tangannya jatuh ke lantai, ia bertanya dengan suara gemetar,
“Bagaimana bisa begitu? Siapa yang menjemput? Kenapa kalian tidak bisa menahan mereka?”
Cucu keluarga Qi itu sudah panik dan lupa kalau ini sedang live streaming, ia menangis keras, “Putra sulung keluarga Wang sendiri yang datang ke rumah sakit dan langsung membawa Nona Wang pergi, kami tidak bisa menahan mereka.
Oh iya, sebelum pergi, Tuan Wang juga bilang, keluarga kita sudah jadi bahan tertawaan di kalangan keluarga besar Ibu Kota. Katanya mulai sekarang, keluarga Wang tidak akan mendukung keluarga Qi lagi.”
Qi Bingzhong langsung melepaskan kedua anaknya, terhuyung-huyung menuju pintu,
“Cepat, siapkan mobil! Aku harus langsung menjelaskan pada Tuan Wang, aku yakin dia masih mau memberi sedikit muka padaku.”
Baru saja sampai di pintu ruang rapat, seseorang masuk dengan tergesa-gesa dan berteriak, “Masalah besar! Semua saham perusahaan Grup Qi sedang diobral habis, harganya sudah anjlok!”
“Ah! Ugh…”
Dalam beberapa menit saja, Qi Bingzhong mendapat serangkaian pukulan berat, tubuhnya tak kuat lagi, ia muntah darah dan jatuh terkapar.
Para penonton di sekitar memanjangkan leher menonton drama di depan mata, tak ada satu pun yang merasa kasihan, malah banyak yang merasa lega.
Para wartawan bereaksi paling cepat, serempak berlari ke arah Qi Bingzhong yang tergeletak dan memotret tanpa henti.
“Bagus, aku sangat senang! Ini balasan setimpal, ini hukuman dari langit untuk orang tua itu! Nak, kau lihat sendiri, kan?”
Hou Tianfang di atas podium tampak seperti orang gila, tertawa keras dan bertepuk tangan.
Sebagian penonton yang masih melamun baru sadar setelah mendengar tepuk tangan, mengira pidato sang tabib sudah selesai, ikut bertepuk tangan dengan riuh.
Tepuk tangan pun menular ke lebih banyak orang yang tidak tahu duduk perkaranya, membuat seluruh ruangan penuh dengan sorak-sorai kegembiraan.
Mendengar kabar keluarga Wang sudah meninggalkan keluarga Qi, dan seluruh perusahaan Qi akan bangkrut, sehingga Qi Bingzhong sampai muntah darah dan jatuh, tepuk tangan dan sorakan makin membahana, seolah atap ruang rapat hendak terangkat.
Sejak Qi Bingzhong datang ke Provinsi Rong, keluarga Qi selalu bertindak kejam dan licik tanpa batas, namun tidak pernah tersingkirkan dari dunia usaha lokal karena dukungan kuat keluarga Wang dari Ibu Kota.
Tanpa dukungan keluarga Wang, keluarga besar di Provinsi Rong pasti sudah lama bersatu menyingkirkan keluarga Qi yang penuh tipu daya dan tak punya integritas.
Keluarga Wang rela mengorbankan begitu banyak, tugas utama keluarga Qi adalah menghalangi ekspansi bisnis keluarga Ye di Provinsi Rong.
Kini, bisnis utama keluarga Qi yaitu Grup Kekayaan sudah berpindah tangan, perusahaan lain sahamnya anjlok, dan sebentar lagi pasti bangkrut. Tanpa modal kuat, untuk apa keluarga Wang dari Ibu Kota mendukung keluarga Qi yang sudah bangkrut? Bukankah lebih mudah mendukung keluarga lokal?
Sebelumnya, dalam peristiwa racun di pabrik obat Lanzhixi, Lin Feng marah besar dan menggunakan akupunktur emas untuk memutus aliran darah Qi Guohua, membuatnya gila di tahanan dan membongkar banyak kejahatan.
Karena peristiwa ini, banyak orang yang terseret, jejaring keluarga Qi pun hancur, jika bukan karena tekanan keluarga Wang, keluarga Qi sudah lama hancur.
Untuk meredam gejolak di Provinsi Rong, keluarga Wang mengatur perjodohan Wang Qian dengan keluarga Qi.
Namun setelah Nenek keluarga Ye mengeluarkan peringatan, semua keluarga besar di Ibu Kota langsung menarik diri dari keluarga Qi, hanya keluarga Wang yang tetap diam dan bahkan memberi komentar sinis.
Setelah video perebutan Wang Qian oleh Qi Guohua dan putranya beredar, didorong oleh keluarga Ye, tersebar kabar di kalangan keluarga besar Ibu Kota yang memalukan keluarga Wang, bagai tamparan keras di muka mereka.