Bab 40: Dinding batu yang penuh dengan itu, bukankah itu berarti... kita akan menjadi kaya?
Melihat ekspresi yang berubah-ubah di wajah Ye Haoran, sang kakek mengangguk puas.
Pasti ini pertama kalinya pemuda itu mendengar tentang benda bernilai tinggi seperti ini.
Namanya juga anak muda, belum banyak makan asam garam.
Wajar saja jika untuk sementara ia merasa sulit menerimanya.
Sang kakek mengelus janggutnya dan melanjutkan dengan nada bangga, "Kristal Sumber Api ini akan Orang Tua ini beli seharga 1.000 poin. Jika kedepannya kamu masih memilikinya, kamu bisa terus menjualnya kepada Orang Tua ini."
Setelah berkata demikian, ia langsung berjalan masuk ke dalam ruangan.
Sepeninggal sang kakek, Ye Haoran mau tidak mau terjebak dalam lamunan.
Tidak disangka nilai dari Kristal Sumber Api ini begitu besar. Benda seukuran telur ayam saja bisa terjual 1.000 poin, yang berarti 1 juta?!
Lalu, dinding batu yang ada di seberang sana, bukankah artinya... dia sudah menjadi orang kaya?
Memikirkan hal ini, gelombang kejut yang dahsyat bergolak di dalam hatinya.
Kakek tua itu perlahan berjalan keluar dari bagian dalam ruangan, sambil memegang sebuah kartu hitam misterius di tangannya.
Melihat pemuda itu masih tenggelam dalam keterkejutan.
Sang kakek menggelengkan kepalanya tanpa berdaya, mendesah dalam hati: Mental anak muda ini benar-benar terlalu lemah, sudah lama berlalu tapi belum juga sadar.
"Tuan Pemburu muda, ini adalah kartu poin sekali pakai milikmu, totalnya ada 12.600 poin," kata sang kakek dengan tenang.
"Hmm."
Ye Haoran memegang kartu poin di tangannya, tanpa ragu sedikit pun ia meninggalkan Kota Kecil Monster.
Ia sangat tahu, jika kartu poin di tangannya ini sampai bocor, akibatnya bukan main-main.
Untungnya, reputasi bursa perdagangan Kekaisaran Longxia, raksasa milik negara itu, masih sangat bisa diandalkan, pantas saja mereka bisa memenangkan kepercayaan banyak orang.
Keduanya diam-diam kembali ke Kota Pangkalan Jiangyang, dan setelah memastikan tidak ada yang mengikuti, mereka sekali lagi melangkah masuk ke bursa perdagangan Kekaisaran Longxia di dalam kota.
Seperti biasa, mereka mentransfer poin tersebut ke kartu Gu Yuxuan. Bagaimanapun, pemuda itu adalah seorang Pendeta, sehingga tidak akan menarik perhatian.
Mereka dengan cepat menelusuri barang-barang di mesin penukar cerdas, di mata mereka terpancar sedikit antisipasi bercampur keraguan dalam memilih.
Saat ini, level keduanya sudah mencapai level 13. Jika mereka masih pergi membeli perlengkapan tingkat perak level 10, itu sudah kurang tepat.
"Ya ampun, perlengkapan tingkat perak level 18 ternyata membutuhkan 1.800 poin kekaisaran, ini sama saja dengan perampokan!" Gu Yuxuan tidak dapat menahan keterkejutannya, pandangannya beralih ke senjata tingkat perak di layar, matanya bahkan semakin melebar, "Senjata ini bahkan membutuhkan 2.000 poin, ya ampun... bunuh saja aku."
"2.000 poin, bukankah itu setara dengan 2 juta RMB untuk satu buah? Ini baru senjata tingkat perak level 15, bukankah ini terang-terangan mencekik orang?"
Keduanya yang telah bekerja keras seharian penuh, melihat 12.600 poin di tangan, malah merasa sedikit gemetar ketakutan.
Saat ini masih ada slot kosong pada skill mereka berdua. Sepertinya hari ini, prioritas utama tetap membeli buku skill.
Bagaimanapun, skill akan menemani sepanjang hidup mereka, tidak akan pernah ada kata terlalu banyak.
Pada akhirnya, mereka menghabiskan sepuluh ribu poin untuk membeli 2 buku skill Pendeta, 2 buku skill Pembunuh Bayaran, dan 1 buku skill Pemburu.
Setelah selesai membeli, kebetulan semua slot skill kosong di tubuh mereka berdua terisi penuh.
"Setelah membeli semua ini, masih tersisa 2.600 poin..." Ye Haoran sedikit mengerutkan kening, merenung sejenak, lalu mengambil keputusan.
"Berikan aku satu busur tingkat perak level 15, ambil yang ini saja, Busur Perang Prajurit!"
"Baik, Boss. Sisa 600 poin terakhir kita tukarkan dengan beberapa racun dan obat bius, untuk berjaga-jaga jika ada kebutuhan mendadak," tambah Gu Yuxuan.
Hanya berselang beberapa menit saja, senjata yang baru saja mereka pesan sudah ada yang mengantarkan.
[Busur Perang Prajurit] (Perlengkapan Tingkat Perak)
Kekuatan: +35
Kelincahan: +10
Level yang Dibutuhkan: 15
"Hebat sekali, Boss, ternyata ini adalah perlengkapan atribut ganda. Pantas saja ini perlengkapan perak level 15. Begitu kita naik ke level 15 besok, kita bisa langsung menggunakannya."
Ye Haoran melirik sekilas ke arah bilah pengalaman miliknya, sepertinya besok ia sudah bisa mewujudkan keinginannya.
[Level: 13 (87.00%)]
Setelah Gu Yuxuan berpamitan dengannya, mereka berdua kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Suasana malam semakin larut, disinari cahaya lampu meja yang kekuningan, Ye Haoran mengeluarkan 3 buku skill yang didapatkannya hari ini.
Di penghujung dunia yang sunyi dan apokaliptik ini, kedua saudara itu saling mengandalkan untuk bertahan hidup, tanpa latar belakang, tanpa kekuasaan.
Segala sesuatunya harus diperjuangkan dan direbut dengan mengandalkan kedua tangan mereka sendiri yang gigih dan pantang menyerah.
Dan setiap kali ada barang bagus, Gu Yuxuan selalu membiarkannya memilih terlebih dahulu.
Ia juga tahu, hanya dengan membuat penyerang utama menjadi kuat terlebih dahulu, kedua bersaudara itu baru bisa berdiri kokoh di dunia yang kejam ini.
Serta memiliki hak penuh untuk bersuara dalam segala hal.
"Heh, kekuatan... Di dunia ini, tanpa kekuatan, kamu bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan kotoran. Setidaknya, tidak ada orang yang berani menginjak kotoran." Ye Haoran sedikit mengangkat bahunya, senyum mencela diri sendiri tersungging di sudut bibirnya.
Kata-katanya sarat akan kesedihan, amarah, dan ketidakberdayaan, seolah sedang menceritakan kekejaman dan ketidakadilan dunia ini.
Ia menggelengkan kepalanya, seolah sedang mengusir kabut suram di dalam hatinya, sekaligus memperingatkan dirinya sendiri bahwa ia harus berusaha keras dan menjadi lebih kuat.
Dengan mantap ia mengeluarkan buku skill tingkat dasar Pemburu itu dari balik jubahnya.
Menarik napas dalam-dalam, sebuah tekad yang luar biasa melonjak di dalam hatinya.
Dengan penuh konsentrasi ia mengulurkan jarinya, menyentuh dengan lembut buku skill tersebut.
Tepat saat ujung jarinya menyentuh halaman buku, buku skill tingkat dasar itu seolah disuntikkan kekuatan hidup, tiba-tiba memancarkan cahaya yang menyilaukan mata.
Cahaya itu bagaikan bintang paling terang di langit malam, begitu cemerlang dan menyilaukan.
Pada akhirnya, cahaya itu berubah menjadi gumpalan cahaya lembut yang menyelimuti seluruh tubuh Ye Haoran.
Tepat pada saat itu, suara sistem yang jernih dan nyaring berdering di dalam benak Ye Haoran.
"Ding~"
[Memperoleh skill tingkat dasar: Tembakan Ledakan Amarah]
[Tembakan Ledakan Amarah (Khusus Pemburu): Menembakkan panah yang dapat mengikat kaki musuh dalam durasi tertentu dan mengurangi kecepatan gerak, waktu pendinginan 30 detik.]
Memperoleh sebuah skill baru, kelihatannya lumayan standar.
Meskipun skill ini tidak terkenal karena daya bunuhnya, efek kendalinya cukup membuat mata terpukau.
Begitu berhasil mengendalikan musuh, bukankah musuh bisa dikibarkan sampai mati seperti layaknya layang-layang.
Ia kembali membalik-balik dua buku skill Pembunuh Bayaran di tangannya, darahnya bergemuruh merasakan gelombang antusiasme yang membara.
Ia mengerahkan seluruh kekuatannya, lautan spiritualnya bergolak, dan ujung jarinya dengan lembut menyentuh sampul buku skill tersebut.
Tepat pada saat bersentuhan, halaman-halamannya seolah terbakar, meledakkan cahaya yang menyilaukan dan memukau pandangan.
Kekuatan ini menyebar secara perlahan, hangat dan mantap, lambat laun memadat menjadi seberas aliran cahaya keemasan yang lembut, mengalir tanpa suara ke dalam tubuh Ye Haoran.
"Ding~"
Suara pemberitahuan yang jernih berdering, sebuah skill baru yang sepenuhnya terpampang di panel miliknya.
[Memperoleh skill tingkat dasar: Kilatan]
[Kilatan (Skill Umum): Melancarkan skill ke satu arah, dapat berpindah dengan kilatan, dalam waktu singkat menghindari satu kali serangan, waktu pendinginan 20 detik.]
Pandangan mata Ye Haoran tiba-tiba berubah tajam, skill yang ada di hadapannya ini ternyata adalah skill dewa yang legendaris—Kilatan!
Bagi semua pemain yang menyukai game, skill ini jelas layak disebut sebagai yang teratas dalam teknik pelarian.
Benar-benar membuat orang terperangah hingga tercengang.
Hati Ye Haoran sedikit bergetar, hanya saja ia tidak tahu apakah skill ini bisa menembus dinding seperti di game Arena of Valor.
Pandangannya terkunci erat pada buku skill yang terakhir, menantikan keajaiban penutup.
Segala harapan dan impian tertuju pada buku skill yang tipis ini.
Ia menarik napas dalam-dalam, berkonsentrasi penuh mengulurkan tangan, dan menyentuh sampul buku skill tersebut dengan ujung jarinya.
Tepat pada saat bersentuhan, halaman buku seolah terbakar, meledakkan pancaran cahaya yang begitu cemerlang menyilaukan.
Di dalam pancaran cahaya itu, terkandung kekuatan misterius dan kuat yang sedang beroperasi secara perlahan.
Cahaya itu bagaikan sinar matahari pertama di pagi hari, hangat sekaligus menyilaukan, membuat matanya tak mampu terbuka lebar.
Seiring dengan cahaya yang berangsur-angsur memudar, Ye Haoran merasakan arus hangat perlahan mengalir ke dalam tubuhnya, bagaikan bintang purba yang sedang bangkit.
Itulah skill baru yang dianugerahkan oleh buku skill tersebut, bagaikan mata air jernih yang menyatu sempurna dengan kekuatan mentalnya.
"Ding——"
"Selamat."