Bab 143: Informasi Intelijen
Natasha duduk di kursi pengemudi, lalu menyalakan mobil dan melaju keluar dari tempat parkir yang remang-remang.
Di kursi belakang, Lynch menahan pria berdagu lancip itu dengan satu tangan, menekannya ke bawah jok.
Natasha berhasil keluar dari tempat parkir dengan lancar, berbelok beberapa kali, dan tiba di sebuah gang sempit.
Tempat ini sepi dan sangat cocok untuk melakukan hal-hal buruk.
Lynch menarik pria berdagu lancip itu ke atas dan bertanya, "Kau kenal aku?"
Saat berbicara, Lynch juga melepaskan tangannya agar pria berdagu lancip itu bisa berbicara.
Pria berdagu lancip itu menatap Lynch, menggelengkan kepalanya dengan ketakutan, dan berkata, "Tidak kenal, aku tidak kenal kamu, aku adalah seorang pelintas waktu, aku tidak kenal kamu!"
Wajah Lynch menjadi gelap: "Kau bohong! Kau mungkin tidak tahu siapa Manusia Laba-laba atau Pahlawan Tentakel, tapi kau pasti mengenaliku."
Lynch menajamkan pendengarannya dan mendengar debar jantung pria berdagu lancip itu.
Detak jantung pria berdagu lancip itu tiba-tiba berpacu jauh lebih cepat, ini adalah tanda bahwa kebohongannya telah terbongkar.
Pria berdagu lancip itu terus berdalih, "Tidak, aku tidak kenal kamu."
Melalui suara detak jantungnya, Lynch dapat dengan mudah menilai apakah perkataan pria berdagu lancip itu benar atau salah.
Senyum kejam terukir di wajah Lynch: "Alcas, kudengar kau punya istri yang cantik, dan seorang putra yang menggemaskan."
Alcas adalah nama si dagu lancip. Lynch pernah mendengar seseorang memanggil pria berdagu lancip itu dengan sebutan direktur, ada juga yang langsung memanggil namanya, serta membicarakan istri Alcas yang cantik dan lain-lain.
Oleh karena itu, Lynch bukanlah orang yang sama sekali tidak tahu tentang dirinya.
Meskipun ia telah mendengar informasi tentang Alcas, Lynch sama sekali belum mendengar informasi tentang Sarang Lebah yang ingin ia ketahui.
Maka dari itu, Lynch terpaksa harus menangkap Alcas.
Alcas menunjukkan ekspresi ngeri dan bertanya, "Apa yang ingin kau lakukan?"
Lynch terkekeh dan berkata, "Aku hanya ingin menanyakan beberapa pertanyaan padamu. Jika jawabanmu tidak memuaskanku, maka istri cantik dan putra kesayanganmu akan dalam bahaya."
Alcas berkata, "Tidak, kau tidak boleh melakukan ini. Kau adalah Manusia Super Lynch, kau adalah penjelmaan keadilan, bagaimana mungkin kau begitu hina dan tidak tahu malu."
Lynch mendengkus dingin dan berkata, "Semua itu hanyalah citra yang ingin kulihatkan pada orang-orang di luar sana. Yang sebenarnya tidak pernah peduli dengan keadilan, kebaikan, ataupun cahaya. Pembunuhan, penjarahan, pencurian, hingga berjudi dan melacur, aku menguasai semuanya, dan mereka yang menolak permintaanku biasanya berujung pada kehancuran keluarga dan tidak pernah berakhir dengan baik."
Alcas merasa putus asa. Ia tahu dirinya tidak akan berakhir dengan baik karena ia telah melakukan begitu banyak hal yang tidak berprikemanusiaan, tetapi ia tidak pernah menyangka bahwa orang yang akan mendatanginya adalah Manusia Super Lynch.
Ia selalu tahu bahwa Manusia Super Lynch adalah lambang keadilan dan kebaikan, serta utusan cahaya, sehingga ia sempat berniat untuk lolos dari situasi ini dengan berpura-pura bodoh. Biasanya, orang-orang dengan kedudukan tinggi seperti itu tidak akan melakukan hal keterlaluan bahkan saat menghadapi seorang penjahat.
Namun, kata-kata Lynch telah menjungkirbalikkan citra Manusia Super Lynch di matanya.
Utusan keadilan? Juru selamat? Ternyata semua itu palsu. Ternyata semua ini hanya demi pertunjukan bagi orang luar, sama seperti dirinya sendiri—di permukaan tampak seperti seorang pria terhormat yang sopan, tetapi pada kenyataannya, ia adalah pendosa yang tidak bisa dimaafkan.
Karena memiliki pengalaman hidup yang serupa, Alcas dengan cepat mempercayai perkataan Lynch.
Begitu ia mempercayai perkataan Lynch, rasa takutnya semakin mendalam.
Sebab, sosok Lynch yang seperti ini kemungkinan besar akan menghalalkan segala cara untuk menghadapinya.
Saat itu juga Alcas menyerah dan berkata, "Jangan apa-apakan istri dan anakku, aku akan memberitahumu semua yang ingin kau tahu."
Lynch sangat puas dengan sikap Alcas. Jika ia sudah menyerah, segalanya akan menjadi jauh lebih mudah.
Di bawah arahan Lynch yang terampil, Alcas perlahan-lahan membeberkan informasi yang dikuasainya.
Perusahaan Umbrela menggunakan manusia hidup untuk eksperimen dan meneliti virus biologis, hal itu diakui oleh Alcas.
Alcas sendiri adalah salah satu peneliti yang terlibat dalam eksperimen manusia.
Sebagian dari subjek hidup diperoleh dari penjara di Raccoon City, dan sebagian lainnya adalah para tunawisma yang ditemukan langsung di jalanan.
Mendengar hal ini, kerutan terpatri di dahi Lynch. Ia tidak pernah menganggap dirinya sebagai orang baik, tetapi ia juga tidak menganggap dirinya sebagai orang jahat; melakukan eksperimen menggunakan manusia hidup adalah sesuatu yang sama sekali tidak dapat ia terima.
"Apakah kau bekerja di Sarang Lebah? Apakah ada berita lain dari Sarang Lebah beberapa hari ini?" tanya Lynch memancing.
Alcas menatap Lynch dengan terkejut dan bertanya, "Bagaimana kau bisa tahu tentang Sarang Lebah? Itu adalah tempat yang hanya diketahui oleh kami orang-orang internal, tingkat kerahasiaannya sangat tinggi."
Bangunan permukaan milik Perusahaan Umbrela sama sekali bukan apa-apa, markas yang sesungguhnya sebenarnya berada di Sarang Lebah, yaitu pangkalan bawah tanah milik Perusahaan Umbrela yang menembus ratusan meter ke dalam bumi.
Lynch mendengus kecil, "Aku pasti sudah mendapat informasi sebelum datang untuk menyelidiki kalian."
Alcas memikirkannya dan merasa itu masuk akal, lalu berkata, "Apakah atasan mengizinkan kami membahas Sarang Lebah di tempat lain? Lupakan saja, akan kuberitahu. Aku tadinya bekerja di Sarang Lebah, tetapi aku sudah tidak pergi ke sana selama seminggu."
Lynch mengerutkan kening dan bertanya, "Kenapa tidak pergi bekerja di Sarang Lebah?"
Alcas menjawab, "Pihak atasan bilang sistem cerdas Sarang Lebah mengalami masalah, jadi untuk sementara ditutup."
Lynch dan Natasha saling berpandangan, keduanya sama-sama merasakan firasat buruk.
Demi menyelidiki Perusahaan Umbrela, dalam perjalanan tadi Lynch telah menceritakan kisah Resident Evil kepada Natasha. Kali ini, cerita yang dibagikan Lynch adalah film yang ia tonton di kehidupan sebelumnya.
Natasha mendengarkannya dengan penuh minat saat itu. Karena tidak memiliki pengalaman nyata, Natasha bahkan sempat berkomentar, "Kemampuan memprediksi masa depan ini sangat menarik, rasanya seperti mendengarkan sebuah cerita. Aku juga ingin mempelajari keterampilan ini."
Tentu saja Natasha hanya mengucapkannya sekadar isyarat belaka; untuk kemampuan prediksi, energi yang dibutuhkan tentu tidak sedikit.
Sekarang, mendengar bahwa Sarang Lebah telah ditutup, Natasha secara alami langsung menghubungkannya dengan kisah Resident Evil yang diceritakan oleh Lynch. Cerita tersebut pada awalnya juga dimulai dengan penutupan Sarang Lebah akibat kebocoran virus di dalamnya.
Mungkinkah penutupan Sarang Lebah yang dialami oleh Alcas ini adalah awal dari kebocoran virus Resident Evil? Apakah klaim bahwa sistem cerdas mengalami masalah itu hanyalah sebuah alasan?
Jika virus itu benar-benar bocor, masalah besar akan segera melanda.
Lynch menatap Alcas dengan dingin dan bertanya, "Di mana pintu masuk Sarang Lebah?"
Alcas menjawab, "Di dalam gedung perusahaan, ada lift yang menuju ke bawah tanah."
Lynch berkata, "Yang kumaksud adalah jalur yang lain."
Alcas menatap dengan mata yang berbinar-binar dan berkata, "Aku tidak tahu."
Lynch melayangkan sebuah tinju, membuat Alcas membungkuk kesakitan.
Lynch terus menghujani Alcas dengan pukulan dan tendangan.
Lynch juga telah melalui pelatihan agen, jadi ia tahu betul bagian mana yang harus dipukul agar seseorang merasakan sakit yang luar biasa.
Setelah belasan pukulan, Alcas sudah tidak tahan lagi.
"Aku akan bicara, aku akan bicara! Jangan pukul aku lagi, aku tahu di mana tempatnya."
Lynch menarik tinjunya dan tersenyum, "Begitu kan lebih baik. Kalau tidak, bukan cuma kau yang akan menerima hukuman, istri dan anakmu juga akan dihukum. Istrimu itu sangat cantik, ya."
Natasha memutar bola matanya dan berkata, "Jangan bicara yang tidak penting, bahas urusan utamanya!"
Wajah Lynch membeku. Natasha sepertinya cemburu. Padahal ia tadi hanya menggertak Alcas, ia benar-benar tidak memiliki hobi menyukai istri orang.