Bab Tiga Puluh: Sesuatu Telah Terjadi
“Sudah dengar belum?”
“Secte kita menemukan tambang batu roh baru!”
“Serius?”
“Kalau begitu, kita bakal dapat tunjangan dong?”
“Mimpi kali, kalaupun ada tunjangan, itu pasti buat murid dalam, kita yang murid luar mana ada kesempatan.”
Luo Yao sedang berjalan di jalan ketika mendengar banyak orang membicarakan penemuan tambang batu roh baru oleh Gerbang Xuanyuan.
Tambang batu roh bisa dibilang sebagai sumber daya strategis bagi setiap sekte. Tak terhitung sekte yang pernah bertempur sengit demi memperebutkan tambang batu roh. Permusuhan seratus tahun antara Gerbang Xuanyuan dan Sekte Cahaya Ungu juga bermula dari sebuah tambang batu roh.
Secara logika, informasi tentang penemuan tambang batu roh seharusnya disimpan rapat-rapat oleh Gerbang Xuanyuan. Namun sekarang, hampir seluruh sekte sudah mengetahuinya, jelas ada sesuatu yang tidak beres.
Entah Gerbang Xuanyuan sengaja menyebarkan kabar ini, atau memang mereka gagal menjaga kerahasiaan.
Luo Yao lebih cenderung pada kemungkinan kedua.
Karena itu, setelah mengetahui kabar ini, ia tidak seoptimis orang lain.
Bagaimana pun juga, jika Sekte Cahaya Ungu mengetahui hal ini, mereka pasti tidak akan tinggal diam melihat Gerbang Xuanyuan menguasai tambang batu roh dan memperkuat kekuatannya. Bukan tak mungkin hal ini akan berkembang menjadi perang besar antara kedua sekte.
Namun, jika itu terjadi sebelumnya, ia pasti hanya akan dijadikan tumbal. Tapi sekarang berbeda, ia adalah murid pilihan seorang ahli tingkat fondasi, jadi mustahil ia akan dijadikan tumbal.
Meski demikian, Luo Yao belum bisa tenang. Sekalipun ia tidak dijadikan tumbal, ia akan tetap turun ke medan perang. Hanya dengan bertarung, ia bisa meningkatkan kekuatan dengan cepat.
Tentu saja, sebelum itu ia harus mempersiapkan lebih banyak cara untuk melindungi diri.
Lagi pula, semua ini baru dugaan semata. Bisa jadi perang besar tidak akan terjadi.
Mengusir pikiran-pikiran itu, Luo Yao kembali ke kediamannya. Gua milik Sesepuh Gongsun masih diselimuti formasi pelindung, tampaknya beliau masih bersemedi.
Luo Yao agak khawatir, sudah beberapa hari gurunya menutup diri untuk menyempurnakan metode kultivasi, semoga saja tidak terjadi apa-apa.
Namun, mengingat gurunya adalah ahli tingkat fondasi, kekhawatirannya terasa berlebihan.
Seperti biasa, ia melakukan ritual harian.
Targetnya masih boneka kemarin.
Hari ini Luo Yao mencoba cara baru, mandi, membakar dupa, mengganti pakaian bersih, lalu mulai melempar dadu.
Sunyi.
Tak terdengar suara lemparan, tapi di benak Luo Yao, suara dadu berhenti terdengar jelas.
“Empat.”
Empat pangkat empat kali lipat!
Luo Yao segera memahami maksudnya, lalu melihat cahaya putih menyelimuti boneka itu.
Dalam sekejap mata.
Boneka yang usang itu lenyap, digantikan oleh...
Luo Yao menatap sosok yang muncul di hadapannya, matanya membelalak tak percaya.
Seorang gadis berkulit seputih salju berdiri telanjang di depannya, wajahnya cantik, matanya hitam bening bergerak lincah.
“Hah?”
“Di mana bonekaku?”
“Bonekaku yang besar itu ke mana?”
Luo Yao memandang dengan mata terbelalak, akhirnya harus menerima kenyataan bahwa bonekanya telah lenyap.
“Sembah sujud pada majikan.”
Gadis itu berlutut dengan satu lutut memberi hormat pada Luo Yao.
Luo Yao buru-buru menyuruhnya berdiri, lalu memberikan pakaian agar ia segera mengenakannya.
“Siapa namamu?” Setelah gadis itu berpakaian, Luo Yao bertanya penasaran, “Kau... dulunya boneka?”
“Aku tidak punya nama.” Gadis itu menggelengkan kepala, menatap Luo Yao, “Mohon majikan berkenan memberiku nama!”
Luo Yao sudah memastikan, gadis ini memang berevolusi dari boneka sebelumnya.
Sebab sebelumnya ia memang sudah mengikat boneka itu dengan darah, di benaknya masih ada tanda pengenal, dan tanda itu sesuai dengan gadis di depannya.
Artinya, cukup dengan satu pikiran, ia bisa membuat gadis itu musnah seketika, tak perlu khawatir akan pengkhianatan.
Sebenarnya ia pernah menduga, kekuatan misterius itu mungkin bisa membuat boneka berevolusi, tapi tak menyangka dari boneka malah berubah menjadi manusia. Ini sungguh luar biasa!
Di tengah keterkejutannya, Luo Yao tak tahan untuk mencubit kulit gadis itu. Kenyal dan lembut. Dari luarnya, tak bisa dibedakan kalau ia dulunya boneka.
“Kalau begitu, mulai sekarang namamu Xiao Kui!”
“Terima kasih atas nama yang diberikan, majikan!”
“Eh, panggil aku Xiao Yao saja.”
Dipanggil majikan rasanya canggung, apalagi kalau Yan atau gurunya mendengar, ia pasti kesulitan menjelaskan.
“Sekarang kekuatanmu seberapa? Kemampuanmu apa saja?”
Gadis itu tak berbeda dengan manusia biasa, kecerdasannya pun sama, “Kekuatan saya sekarang, jika menggunakan istilah kultivator manusia, adalah tahap delapan penempaan qi.”
“Soal kemampuan, saya bisa berlatih sendiri, tapi peningkatan kekuatan saya tergantung kemampuan Xiao Yao...”
Penjelasan detail tentang Xiao Kui segera terlintas di benak Luo Yao. Artinya, meski Xiao Kui bisa berlatih, peningkatan kekuatannya tidak bisa melebihi dua pertiga dari kekuatan Luo Yao sendiri.
Sekarang Luo Yao berada di tahap lima penempaan qi, jadi Xiao Kui paling tinggi hanya bisa mencapai tahap tujuh. Meski berlatih sekeras apapun, ia tak akan bisa menembusnya. Nanti, kalau Luo Yao menembus tahap enam, baru Xiao Kui bisa naik, maksimal sampai tahap sepuluh.
Namun, meski Xiao Kui hanya berada di tahap tujuh, mereka berdua berlatih bersama, tahap delapan pun bukan masalah.
Kalau nanti benar-benar turun ke medan perang, ia punya jaminan keselamatan.
Kalau bertemu lagi dengan Zhao Yang di tahap delapan, ia sudah tidak tak berdaya lagi.
“Kali ini aku benar-benar tidak salah menggunakan kekuatan misterius itu pada boneka.”
Senyum bahagia merekah di wajah Luo Yao. Mulai sekarang, ia harus berpikir matang sebelum menggunakan kekuatan misterius itu, pastikan digunakan di tempat yang tepat.
“Kau bisa membuat alat sihir juga?” Luo Yao tahu informasi ini dari ingatan Xiao Kui dan cukup terkejut.
“Ya, dengan kekuatan saya sekarang, saya hanya bisa membuat alat sihir kelas rendah.”
Alat sihir kelas rendah, itu sudah lumayan, kalau tidak punya uang bisa membuat alat sihir untuk dijual.
Yang paling penting, alat sihir andalannya sendiri bisa dibuat dengan bantuan Xiao Kui.
Saat itu juga, sebuah jimat suara terbang masuk dari luar. Luo Yao tercengang, setelah menerima jimat suara itu, ternyata pesan dari Fang Qingyan.
Kata sandi formasi miliknya diketahui Yan, kenapa masih mengirim jimat suara?
Kemudian Luo Yao tersadar, ia belakangan ini memasang belasan formasi, jadi Yan memang tidak bisa masuk.
Lagipula, biasanya kalau tak ada hal mendesak, mereka berdua saling memberi pesan sebelum masuk ke kediaman masing-masing, jarang langsung masuk.
Waktu itu saja ia masuk ke kediaman Yan karena tak bisa dihubungi lewat jimat suara.
Luo Yao baru hendak membatalkan formasi, tapi teringat Xiao Kui masih ada di sini. Kalau Yan sampai tahu ada gadis lain di guanya, ia tak tahu harus bagaimana menjelaskan.
Terutama, identitas Xiao Kui tidak bisa dibeberkan sembarangan. Ia belum siap memperkenalkannya pada orang lain.
Luo Yao memang berniat menjadikan Xiao Kui sebagai kartu truf rahasianya.
Karena itu, ia buru-buru menyuruh Xiao Kui bersembunyi di ruang meditasi, baru kemudian membuka formasi. Saat itulah Fang Qingyan masuk dengan tergesa-gesa.
“Yan, ada apa?”
“Aku juga kurang tahu persis, tapi guruku bilang, beberapa hari ke depan sebaiknya jangan keluar, apalagi meninggalkan sekte.”
“Selain itu, guruku menyuruhku mulai besok untuk bersemedi, katanya ia akan menyempatkan beberapa hari buat membimbingku, jadi mungkin sepuluh atau lima belas hari ke depan, kau tidak akan melihatku.”
“Tidak apa-apa, Yan, kebetulan aku juga mau bersemedi. Kau tenang saja berlatih, tak perlu khawatir denganku.”
Fang Qingyan berkali-kali menegaskan pesan dari gurunya, membuat Luo Yao ikut merasa cemas dan khawatir, jangan-jangan yang dikhawatirkannya benar-benar akan terjadi.
Sayang, gurunya sendiri masih bersemedi dan belum keluar, ia tak tahu harus bertanya pada siapa.