Bab Seratus Lima Puluh Lima: Petualangan

Sejak awal keberuntungan berlipat ganda, rasanya sangat wajar jika aku menjadi jauh lebih kuat, bukan? Chen Yuyan 2525kata 2026-04-01 06:07:59

“Apakah kau masih ingat musuhmu dulu?”

“Tentu saja. Sekalipun mereka tinggal abu, aku tetap akan mengenali mereka.”

Jubah merah dipenuhi kebencian, sementara hawa dingin dan suram bergolak di sekelilingnya.

“Bagus.”

Luo Yao mengangguk. “Kalau ada kesempatan, akan kubawa kau membalas dendam.”

Orang-orang dari Gerbang Iblis Darah adalah para kultivator iblis yang telah mencelakai banyak orang tak bersalah. Menyerang mereka juga bisa dianggap menegakkan keadilan atas nama langit.

Namun, karena sekarang ia sudah memiliki sasaran, tak perlu terburu-buru.

Ia menyimpan Panji Sepuluh Ribu Arwah, lalu mulai berlatih ilmu gaib Menyusutkan Jarak.

Saat ini, ia memiliki dua ilmu gaib. Yang pertama adalah teknik penjelmaan di luar tubuh.

Yang kedua adalah Menyusutkan Jarak.

Sebenarnya, gurunya juga telah mengajarinya beberapa ilmu gaib, tetapi ia tak mampu menguasainya.

Meski beberapa di antaranya merupakan ilmu gaib berelemen es, setelah mencoba mempelajarinya, ia mendapati bahwa ia sama sekali tak bisa menguasainya. Jadi, ia hanya bisa menyerah.

Ia berencana mencari ilmu sihir dan ilmu gaib lain yang lebih cocok untuknya.

Tentu saja, meski tak mampu menguasai ilmu gaib itu, ia tetap telah mempelajari beberapa ilmu sihir yang diajarkan gurunya.

Kini, ia pun belum yakin apakah dirinya bisa menguasai Menyusutkan Jarak.

Luo Yao memejamkan mata, menenggelamkan kesadarannya, lalu mulai menelaah ilmu gaib tersebut.

Entah berapa lama waktu berlalu sebelum Luo Yao akhirnya keluar dari pengasingannya.

Detik berikutnya, ia sudah muncul puluhan meter dari gerbang utama.

Lalu sosoknya berkelebat. Dalam sekejap, ia berpindah dari lereng gunung ke kaki gunung.

“Kalau terbang biasa, aku butuh lebih dari sepuluh detik. Namun, dengan ilmu gaib Menyusutkan Jarak, hanya perlu sekitar tiga tarikan napas.”

Kecepatannya kira-kira dua kali lipat lebih tinggi.

Sayangnya, ilmu gaib ini menghabiskan terlalu banyak tenaga spiritual. Baru sebentar saja, sebagian besar tenaganya sudah terkuras. Pantas saja Guru Agungnya berpesan agar ia baru menggunakannya setelah mencapai tahap akhir Pendirian Fondasi. Untuk sekarang, ia masih harus memperkuat dasar.

Namun, Guru Agungnya tak tahu bahwa ia memiliki Susu Spiritual Sepuluh Ribu Tahun, yang bisa memulihkan tenaga spiritualnya seketika. Karena itu, kekurangan tersebut sudah ia atasi.

……

Setelah keluar dari pengasingan, Luo Yao menerima kabar dari Fang Qingyan. Fang Qingyan telah menembus tahap Pendirian Fondasi dan sedang menuju Gerbang Tai Xu untuk menemuinya.

Kabar baik itu membuat Luo Yao sangat gembira. Fang Qingyan juga mengatakan bahwa ia telah menemukan sebuah gua kediaman kultivator kuno dan berniat menjelajahinya bersama Luo Yao.

Zi Qianxue tidak menolak. Meski dunia kultivasi Provinsi Ping kini dilanda pergolakan dan dipenuhi bahaya, kultivator mana yang bisa tumbuh tanpa menghadapi bahaya? Bukankah mereka semua harus melewati badai darah dan pertarungan sengit?

Karena itu, mereka tentu tak akan membiarkan Luo Yao menjadi bunga yang tumbuh di dalam rumah kaca.

Selain itu, ketika sebelumnya ia menyerbu Gerbang Iblis Darah, tujuannya bukan hanya membalaskan sakit hati Luo Yao. Ia juga ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa siapa pun yang berani menyentuh murid Zi Qianxue akan mati.

Dengan begitu, Luo Yao bisa menghindari banyak orang berniat jahat yang hendak menyerangnya saat menjelajahi dunia kultivasi.

Meski demikian, sebelum Luo Yao pergi, mereka tetap menyiapkan banyak barang bagus untuknya.

Pil penyembuh tentu saja sudah disiapkan, begitu pula pusaka pertahanan dan berbagai benda penyelamat nyawa.

Setelah meninggalkan Gerbang Tai Xu, Luo Yao menyamar dan tidak memakai wajah aslinya. Meski gurunya telah memberi peringatan kepada seluruh dunia kultivasi, tetap saja akan ada orang yang nekat mengambil risiko.

Sebenarnya, ia ingin mengajak Fang Qingyan berkeliling gerbang itu. Namun, karena gua kediaman tersebut telah ditemukan orang lain, mereka harus segera berangkat. Kunjungan ke Gerbang Tai Xu terpaksa ditunda sampai lain kali.

“Kak Lan?”

Luo Yao tak menyangka Xi Lan juga ada di sana. Fang Qingyan menjelaskan, “Orang-orang dari Balairung Bintang juga menemukan gua itu. Aku khawatir kita tak sanggup menghadapi mereka, jadi aku mengajak Kak Lan.”

Luo Yao tentu tak keberatan. Ia hanya sedikit terkejut, sebab sebagai satu-satunya murid langsung Peri Yunhua, Xi Lan seharusnya sangat sibuk.

Namun, ia tahu bahwa Peri Yunhua dan Xi Lan sangat perhatian kepada Fang Qingyan.

Ketiganya segera bergegas menuju gua kediaman yang diceritakan Fang Qingyan.

Dulu, saat dikejar-kejar oleh Balairung Bintang, Fang Qingyan tanpa sengaja menerobos masuk ke dalam gua itu dan berhasil lolos dari pengejaran. Kalau bukan karena gua tersebut, ia pasti sudah dibunuh Balairung Bintang.

Hanya saja, saat itu kekuatannya belum memadai. Meski ia bisa menembus formasi pelindung bagian luar gua, bagian dalamnya hanya bisa dimasuki oleh mereka yang telah mencapai tahap Pendirian Fondasi atau lebih tinggi.

Begitu berhasil menembus tahap Pendirian Fondasi, hal pertama yang terlintas di benak Fang Qingyan adalah gua itu. Ia langsung ingin pergi ke sana bersama Xiao Yao.

Namun, setelah mencari tahu kabarnya, ia mendapati cukup banyak orang Balairung Bintang muncul di kawasan itu. Mereka termasuk orang-orang yang dahulu mengejarnya.

Seharusnya, kalau mereka mencurigai ada alam rahasia di sana, mereka sudah lama pergi menyelidikinya. Mengapa baru sekarang mereka bergerak?

Tak lama kemudian, Fang Qingyan mengetahui bahwa pengejaran terhadap dirinya dulu bukanlah keputusan seluruh Balairung Bintang, apalagi keputusan para petingginya.

Bagaimanapun, ia hanyalah seorang kultivator kecil di tahap Pemurnian Qi, belum cukup penting untuk menarik perhatian mereka.

Orang yang memerintahkan pengejarannya adalah Fang Yizhou. Setelah mendengar bahwa Fang Qingyan telah membuat masalah, ia merasa kehilangan muka, lalu menyuruh anak buahnya untuk memburunya.

Karena menggunakan kekuatan pribadinya, para kultivator yang mengejar Fang Qingyan kala itu sebagian besar berada di tingkat rendah.

Siapa sangka mereka tetap gagal. Fang Yizhou akhirnya terpaksa mengerahkan anak buahnya yang berada di tahap Pendirian Fondasi.

Fang Yizhou sendiri juga baru berada di tahap Pendirian Fondasi. Hanya karena ia cucu Tetua Agung Balairung Bintang, ia bisa memerintah para kultivator di tahap itu. Namun, jumlah yang bisa ia kerahkan pun tidak banyak.

Ia mengira seorang kultivator di tahap Pendirian Fondasi sudah cukup untuk menghadapi Fang Qingyan.

Namun, ia tetap gagal.

Dengan mengandalkan pil dan banyak pusaka, Fang Qingyan berhasil menghindari kejaran seorang kultivator tahap Pendirian Fondasi selama sehari semalam.

Setelah itu, ia menghilang begitu saja.

Pada masa itulah Fang Qingyan bersembunyi di dalam gua kediaman kultivator kuno.

Setelah lukanya pulih, ia pun pergi.

Namun, para kultivator Balairung Bintang kembali menemukannya. Saat ia sudah terdesak hingga ke jalan buntu, Peri Yunhua menyelamatkannya.

Setelah menyelamatkan Fang Qingyan dan mengetahui apa yang dialaminya, Peri Yunhua mengirim pesan kepada Ketua Balairung Bintang.

Hubungan Ketua Balairung Bintang dengan Tetua Agung biasa saja. Dulu, keduanya pernah bersaing memperebutkan jabatan ketua, tetapi Tetua Agunglah yang kalah.

Meski begitu, sekalipun di antara mereka ada sedikit perselisihan, dalam kebanyakan urusan mereka tetap bersatu menghadapi pihak luar.

Namun kali ini, masalah Fang Yizhou telah menjadi besar. Terlebih lagi, Peri Yunhua, pemimpin salah satu dari Sepuluh Gerbang Abadi, mengirim pesan untuk meminta penjelasan.

Ketua Balairung Bintang tentu harus memberi jawaban.

Di hadapan umum, ia mengumumkan bahwa Fang Yizhou telah dihukum dengan kurungan rumah selama lima tahun. Kenyataannya, Tetua Agung Balairung Bintang hanya menyuruh cucunya itu berlatih dalam pengasingan, berharap ia bisa menembus tingkat berikutnya.

Sayangnya, ia gagal.

Setelah keluar dari pengasingan, Fang Yizhou berniat mencari kesempatan untuk memperoleh kemajuan.

Ia pun teringat misteri hilangnya Fang Qingyan di hadapan anak buahnya yang berada di tahap Pendirian Fondasi. Pertama, ia ingin membalas dendam karena gara-gara Fang Qingyan ia dimarahi kakeknya. Kedua, ia ingin tahu apakah Fang Qingyan menyimpan suatu rahasia.

Karena itu, ia menyuruh orang-orangnya memeriksa tempat Fang Qingyan menghilang dulu.

Ia tahu Fang Qingyan berada di Paviliun Menatap Rembulan, jadi ia tak bisa menyerangnya di sana. Ia hanya bisa menyelidiki tempat Fang Qingyan pernah menghilang.

Benar saja, anak buahnya segera melaporkan bahwa di sana terdapat sebuah gua kediaman.

Fang Yizhou sangat gembira dan segera memanggil anak buahnya.

Namun, setelah mengetahui hal itu, kakeknya—Tetua Agung Balairung Bintang—mengirim seorang kultivator puncak tahap Inti Emas untuk menjadi pengawalnya.

Lagipula, mereka juga telah mendengar kabar bahwa para murid dari berbagai sekte besar sedang dibantai. Tentu saja, ia khawatir sesuatu terjadi pada cucunya.

Cucunya memiliki pusaka, sampai-sampai seorang kultivator tahap Inti Emas pun belum tentu mampu melukainya.

Dengan tambahan seorang pengawal di puncak tahap Inti Emas, mereka bahkan bisa melarikan diri jika berhadapan dengan seorang kultivator tahap Jiwa Baru.