Bab Seratus Tiga Puluh Empat: Kepala Tengkorak
Ucapan Xie Changsheng terdengar sangat aneh.
Fang Zhanjiao tertegun sejenak, namun segera menganggapnya sebagai lelucon. Ia pun tersenyum dan berkata, "Hal paling mengerikan adalah jika kau tidak berada di sisiku atau jika kau tidak menginginkanku lagi. Namun, aku yakin kau tidak akan pernah meninggalkanku! Jadi, pemandangan paling mengerikan itu tidak akan pernah terjadi."
Xie Changsheng menyambung, "Mengapa kau tidak menyingkap kerudung pengantinmu dan melihat wajahku? Mungkin, itulah hal paling mengerikan yang pernah kau lihat seumur hidupmu. Hihi!"
Setelah berucap demikian, ia mengeluarkan suara tawa yang ganjil.
Fang Zhanjiao semakin merasa heran dan buru-buru berkata, "Kerudung pengantinku hanya boleh disingkap olehmu. Sangat tidak baik jika pengantin wanita menyingkap kerudungnya sendiri."
Xie Changsheng menjawab, "Aku tidak pernah berniat menikahimu! Upacara terakhir ini tidak akan kuselesaikan. Cepat, singkap sendiri!"
Fang Zhanjiao yang berada di balik kerudung merah merasa semakin bingung, ia hanya bisa melihat ujung sepatu kulit Xie Changsheng.
Perasaan cemas tiba-tiba muncul di hatinya. Ia buru-buru bertanya, "Apakah ucapanmu ini sungguhan? Kita sudah melangsungkan pernikahan di depan banyak orang. Dengan melakukan ini... kau telah mengkhianatiku."
Xie Changsheng berkata dengan kasar, "Cepat! Aku tidak punya kesabaran. Segeralah lihat!"
Begitu kata-kata itu terucap, Fang Zhanjiao tidak lagi ragu. Ia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dengan membulatkan tekad, ia menarik kerudung merahnya dengan paksa.
Namun, yang ia lihat adalah wajah Xie Changsheng yang familiar tiba-tiba terbelah di tengah, dan wajah yang ia kenal itu seketika berubah menjadi tengkorak kepala.
Tampilannya sangat mengerikan. Pada tengkorak tersebut terdapat guratan-guratan halus, seolah-olah dipenuhi dengan tulisan rajah berwarna hitam.
Pemandangan ini benar-benar menjadi hal paling mengerikan yang pernah disaksikan Fang Zhanjiao.
Ia menjerit dan hampir pingsan, lalu mundur ke arah ranjang pengantin sambil berteriak, "Siapa... siapa kau sebenarnya? Kau bukan pengantinku. Bagaimana kau bisa berubah menjadi seperti ini dalam sekejap? Di mana Xie Changsheng yang asli!"
Reaksi pertama Fang Zhanjiao adalah mengira Xie Changsheng telah mati, itulah sebabnya ia berubah menjadi seperti sekarang.
"Akulah Xie Changsheng. Aku datang khusus untuk membunuhmu. Terakhir kali, kau beruntung lolos dari maut dan membiarkan Xie Lingyu mati menggantikanmu! Hari ini, kau harus mati."
Xie Changsheng mengeluarkan tawa dingin, kepalanya bergoyang hingga mengeluarkan bunyi gemeretak sendi. Kemudian, dari tengah tengkoraknya, muncul sebatang rotan.
Rotan itu merayap di atas ranjang dan menggulung seprai. Dengan kecepatan yang sangat kilat, rotan itu melilit leher Fang Zhanjiao.
"Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" Fang Zhanjiao tiba-tiba diliputi kepanikan yang luar biasa, kesunyian maut pun turun.
Lehernya tercekik erat oleh seprai dan rotan tersebut. Suaranya menjadi sangat lemah saat ia menatap tengkorak di depannya dengan perasaan bingung.
"Mengapa? Aku tidak mengerti! Mengapa hal seperti ini bisa terjadi!" Fang Zhanjiao menjerit dalam hati, tatapan ketakutan dan kebingungannya kini berubah menjadi rasa tidak terima.
Kematian segera menjemput di hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia. Siapa pun pasti tidak akan rela jika hal ini menimpa diri mereka.
"Pengantin wanita yang mati di malam pernikahannya memiliki dendam yang meluap-luap! Itu bisa mewujudkan keinginanku. Seseorang memberitahuku, selama aku membunuh orang seperti ini dan memanfaatkan dendamnya, aku bisa membuka sebuah pintu ajaib!" ucap tengkorak itu dengan dingin.
Ia perlahan mendekati Fang Zhanjiao dan berbisik di telinganya, "Setelah kematian Xie Lingyu, Xie Changsheng selalu memendam kebencian padamu! Ia ingin kau mati dengan cara yang mengenaskan! Ia berkata padaku, selama bisa membunuhmu, ia rela mengorbankan nyawanya sendiri! Ia meminjamkan tubuh ini untuk kupakai. Jadi, akulah Xie Changsheng. Aku membunuhmu, itu sama saja dengan Xie Changsheng yang membunuhmu."
Ia berhenti sejenak, lalu berkata dengan lebih dingin, "Pengantimu tidak pernah berniat menikahimu! Hanya setelah kau mati, kematian Xie Lingyu bisa benar-benar terbalaskan!"
Kata-kata itu menghancurkan hati Fang Zhanjiao. Gelombang dendam yang membumbung tinggi muncul seketika.
Kematian Xie Lingyu juga bukan kesalahannya. Mengapa orang yang ia cintai tidak bisa memahaminya?
"Tidak! Aku tidak rela! Aku pasti akan membuat kalian membayar mahal!" teriak Fang Zhanjiao dalam hati, namun kata-kata itu tidak bisa terucap.
Sebelum ajal menjemput, ia menggigit lidahnya hingga darah memercik di ranjang pengantin.
"Aku tahu kau tidak rela! Tak apa, aku akan menunggumu. Segeralah berubah menjadi roh jahat untuk membalas dendam! Hahaha..." ucap tengkorak itu dingin. Ia menarik rotan tersebut dan langsung menggantung tubuh Fang Zhanjiao.
Tak lama kemudian, tengkorak itu menarik kembali rotan tersebut, menciptakan skenario seolah-olah Fang Zhanjiao bunuh diri.
Mata Fang Zhanjiao yang tergantung terbuka lebar, kakinya sempat meronta beberapa kali di udara, mulutnya terbuka, lalu ia pun menghembuskan napas terakhir.
Di hari pernikahan yang seharusnya penuh sukacita itu, ia tewas tergantung di kamar pengantinnya sendiri.
Rotan di kepala tengkorak itu perlahan ditarik masuk, dan kulit wajah yang terbelah itu kembali menyatu.
Dalam sekejap, tengkorak itu kembali menjadi Xie Changsheng. Ia tertawa kecil dua kali, lalu merapikan tanda-tanda pergulatan di sekitar untuk memulihkan keadaan seperti semula.
Ia berhasil menciptakan kesan bahwa Fang Zhanjiao bunuh diri.
"Aaa!" Tiba-tiba, terdengar jeritan dari luar pintu.